Kepada Kekasihku

Joko Pinurbo
ruangbaca.com

Ketika menulismu, Kekasihku, aku seakanakan berada dalam suasana sedang mengerjakan kumpulan puisi terakhirku. Untunglah hanya seakan-akan, karena sampai saat ini aku masih merasa bahwa urusanku dengan puisi belum selesai. Melalui kamu ada hasratku untuk mematangkan atau mengendapkan berbagai ihwal yang telah kujelajahi sebelumnya sejak dari antologi Celana (1999) hingga Telepon Genggam (2003). Continue reading “Kepada Kekasihku”

Mencandu Kho Ping Hoo

Sapto Pradityo
ruangbaca.com

Pembelaan Kho Ping Hoo terhadap orang-orang miskin disampaikan secara eksplisit.

Saya mengenal cerita silat Asmaraman S. Kho Ping Hoo pertama kali waktu kelas satu sekolah menengah pertama. Seorang kakak meminjam dari kios penyewaan buku. Saya ingat betul judulnya Jodoh Si Mata Keranjang. Tokoh utamanya, Tang Hay alias Hay Hay atau Si Pendekar Mata Keranjang. Alkisah, Tang Hay adalah anak haram, buah dari perkosaan yang dilakukan jai hwa cat alias penjahat pemetik bunga, Si Kumbang Merah. Continue reading “Mencandu Kho Ping Hoo”

Syair Sang Pejabat

Retno Sulistyowati
http://www.tempointeraktif.com/

Gerrr! Kesunyian robek di gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu malam lalu. Bukan dagelan ketoprak atau banyolan pelawak yang menjadi penyebab, melainkan pembacaan sajak. Bait-bait puisi yang dilafalkan Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail mengocok perut penonton.

Puisi Nurmahmudi sederhana sebenarnya. Bahkan puisi itu mirip laporan pertanggungjawaban kepada dewan perwakilan rakyat daerah. Teknik membacanya pun sangat biasa, tidak ekspresif, malah cenderung monoton. Toh, isinya mengundang tawa. Continue reading “Syair Sang Pejabat”

Bahasa »