Danis, Sang Model

Hery Firyansyah
http://www.suarakarya-online.com/

Saya beradu mata dengannya pertama kali kira-kira sebulan lalu. Saat itu pukul sebelas malam. Jalan Melawai Raya macet total. Agak lupa penyebabnya. Tetapi saya pasti ingat wajah itu: rambut sebahu, tulangpipi agak tinggi, serta sepasang bibir yang tampaknya tak begitu mahir menyulam senyum. Ia menukar tatapan saya dengan tikaman matanya, dan terus mengunci sudut pandang itu samai mobil saya beranjak menikung. Continue reading “Danis, Sang Model”

Harakiri Lena

Sabpri Piliang
http://www.suarakarya-online.com/

Keceriaan Lena begitu sempurna dalam menjalani hari-harinya. Kebanggaan pada rumah besar yang ditempatinya bersama Ayah, Ibu beserta kakak nomor dua selalu tercermin dari foto profil facebook yang berlatar belakang rumah berlantai dua itu. Continue reading “Harakiri Lena”

Kawin Siri

Tita Tjindarbumi
lampungpost.com

Ini bukan yang pertama. Entah sudah ke berapa. Mutia tak ingin menghitungnya. Ia tahu air mata tak akan pernah bisa menyelesaikan persoalannya soal yang satu ini. Menikah dan menikah lagi. Ia tak menampik, kebutuhan biologis dan kebutuhan materi yang kian hari semakin menghimpit membuatnya tak punya pilihan lain, selain menerima lamaran lelaki itu. Continue reading “Kawin Siri”

Dari Festival Penyair Korea-ASEAN II: Suara Asia yang Tersembunyi

Taufik Ikram Jamil
Riau Pos, 27 Nov 2011

HUJAN puisi di Riau, mungkin tidak berlebihan dikatakan untuk menunjukkan begitu banyaknya karya sastra tersebut ditampilkan di provinsi ini dalam hanya beberapa hari di tengah musim hujan yang awal. Tak hanya dalam bahasa Indonesia/ Melayu, hampir 400 puisi ditulis dalam bahasa Korea, Myanmar, Vietnam, Thailand, Tagalog, tentu juga bahasa Inggris. Continue reading “Dari Festival Penyair Korea-ASEAN II: Suara Asia yang Tersembunyi”

Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?

(bagian XV, kupasan pertama dari paragraf tiga dan empat)
Nurel Javissyarqi

“Esai-esai (godaan subyektivitas) Ignas Kleden, semacam obrolan menggurui, bertele-tele dengan tempo lamban, musik orang mapan (cocok bagi pemalas), seperti lagu kenangan -nglokro. Bukan keroncong atau musik klasik, meski pelan berjiwa keterlibatan. IK berjarak demi peroleh pandangan obyektif, maka yang terjadi tulisannya semi-semi ilmiah. Continue reading “Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?”

Bahasa »