Gugatan untuk MASTERA 2006 dan Anugerah Sastra Dewan Kesenian Riau 2000 *

Yang meloloskan pengertian “Kun Fayakun” dirombak ke dalam bahasa Indonesia membentuk makna; “Jadi, lantas jadilah!” dan “Jadi maka jadilah!”

Nurel Javissyarqi

Awalnya masih menaruh pikiran positif. Di kepala seakan tertera kata-kata, “pasti pidatonya mbeneh, bukan awut-awutan,” nyata tebakan itu meleset. Pun ingin husnudzon, mungkin tak tahu sumber aslinya. Namun apakah mungkin, sastrawan terkenal yang banyak mendapati penghargaan, cuntel keilmuan? Continue reading “Gugatan untuk MASTERA 2006 dan Anugerah Sastra Dewan Kesenian Riau 2000 *”

“Aduh”: Renungan Manusia Indonesia Masa Kini

Catatan untuk Forum Sastra Tabanan 2011

Halim HD *
balipost.co.id

TEATER bukan hanya media. Dari dirinya penuh dengan kandungan pernyataan renungan tentang kehidupan. Karena itulah teater bicara tentang posisi dan eksistensi manusia dalam konteks ruang dan waktu. Dalam konteks ruang-waktu itulah dan dalam kaitannya kondisi manusia, maka teater senantiasa memberikan isyarat dari jaman ke jaman, dari ruang sosial ke ruang sosial lainnya. Continue reading ““Aduh”: Renungan Manusia Indonesia Masa Kini”

Menikmati Pembacaan Esai-esai Eduardo Galeano

Esai-esai Eduardo Galeano yang diterjemahkan oleh Halim HD
Odi Shalahuddin

DI Uruguay, tahanan politik tidak boleh bicara tanpa ijin. Juga tidak boleh bersiul, tersenyum, menyanyi, berjalan cepat, menyapa sesama tahanan lainnya. Mereka juga tak diijinkan membuat atau menerima foto atau gambar-gambar perempuan hamil, sepasang kekasih yang bersanding, kupu-kupu, bintang-bintang di langit atau burung yang sedang terbang atau hinggap di rerantingan. Continue reading “Menikmati Pembacaan Esai-esai Eduardo Galeano”

Bahasa »