Puisi-Puisi Imron Tohari

TELAGA RINDU *

Berperahu di tenang telaga, meniup suling dengan nada merdu
Langit biru yang indah, di pinggir telaga kebun buah-buahan subur
Adalah nyanyian kalbu diam-diam melukis wajah kekasih
Berbantal cincin hati kemala

Bekerja, terpisah jarak dengan keluarga
Di kota akhir-akhir ini pesona koin bak mandi madu kibasan bulu merak Continue reading “Puisi-Puisi Imron Tohari”

Dari Alif ke Amsal Mencari Tuhan?

Mihar Harahap
http://www.analisadaily.com/

AWAL bulan dan tahun 2012 ini, kebetulan atau kesengajaan, rasanya tepat sekali Redaktur menurunkan 3 cerpen yang berhasil menarik perhatian. Ada Eka Handayani Ginting, kali ini bercerita ‘Aku Ingin Melihat Kau Menangis, Ibu’. Disusul Sugeng Satya Dharma dengan judul singkat, ’Alif’. Kemudian, Ester Pandiangan yang diilhami ‘Amsal 30:17’. Menariknya, karena mengungkapakan bentuk kehidupan personal seseorang yang enak untuk disimak. Continue reading “Dari Alif ke Amsal Mencari Tuhan?”

Menjadikan Jelas “Kelamin” Sastrawan Pemula

YS Rat
http://www.analisadaily.com/

DIDUKUNG Medan sebagai ibukotanya, yang penduduknya multi etnis, Sumatera Utara (Sumut) sejatinya merupakan ladang kreativitas bagi banyak hal. Sastra, tak terkecuali tentunya. Dalam bidang ini, merujuklekatkan pada pengalaman menggelutinya sejak tahun 1980-an, Sumut tak pernah sepi dari munculnya para pemilik bakat sastrawan. Continue reading “Menjadikan Jelas “Kelamin” Sastrawan Pemula”

Sastrawan tak Ditentukan Usia

Budi P Hatees
http://www.analisadaily.com/

Apakah ada yang salah jika seseorang bisa menulis sajak, cakap menulis cerpen, cerdas menulis esai sekaligus piawai menulis naskah drama? Tentu saja tak ada yang salah, jika seorang penyair juga bisa menulis cerpen atau sebaliknya. Itu lumrah adanya.

Tentu, tidak sedikit manusia seperti itu di dunia ini. Seorang Rendra muda, ternyata, sama bagusnya ketika menulis sajak, cerpen dan ketika menulis naskah teater. Continue reading “Sastrawan tak Ditentukan Usia”

Bahasa »