Fenomena Komunitas Sastra: Dari Pengunjung Stasiun Senen sampai “Warung” Bulungan

Sihar Ramses Simatupang
__Sinar Harapan, 28 Feb 2009

Di areal lapangan yang menghubungkan antara Stasiun Senen dan Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, di tengah penumpang kereta api yang ingin pulang dan pergi, di antara pedagang kaki lima, pengamen dan pengemis kota Jakarta, diskusi bertajuk “Sepilihan Puisi Penyair” karya Giyanto Subagio-Kongkow Sastra Planet Senen-Labo Sastra” ini pun digelar. Tepatnya di Plaza Depan Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, Jalan Stasiun Senen Nomor 1, Senin (23/2). Pembicaranya penyair Dharmadi dan sastrawan juga pengamat budaya Mustafa Ismail. Continue reading “Fenomena Komunitas Sastra: Dari Pengunjung Stasiun Senen sampai “Warung” Bulungan”

Esensi Puisi Pagar Kenyataan

Khrisna Pabichara
Jurnal Bogor,06/09/2009, Harian Fajar 27/09/2009

KAMI tahu kami makhluk yang kekal. Kami hanya lupa di mana menaruh kunci pagar. Demikian pernyataan TS Pinang—sebagai manusia dengan segala kemanusiaannya—dalam sajak Kekal (h. 51).

Jika Chairil Anwar menyebut dirinya sebagai “binatang jalang” yang ingin hidup seribu tahun lagi, maka TS Pinang menisbahkan diri sebagai makhluk kekal. Hanya saja, kekekalan itu terhambat oleh dua hal, kunci dan pagar. Continue reading “Esensi Puisi Pagar Kenyataan”

Rilke

Hasif Amini
Kompas, 26 Maret 2006

Ia barangkali bisa disebut penyair modern paling serius. ”Serius” di sini tak sekadar mengacu pada ketinggian mutu karya, tetapi juga merujuk pada kesungguhan diri dan karyanya dalam menghadapi dunia. Nyaris tak ada ironi atau sikap bermain-main dalam sajaknya. Yang tergelar dari kata-katanya adalah sebuah alam batin yang terus mencari kesejatian di tengah dunia benda yang tampak menyimpan misteri dan kedahsyatan. Potret-potret dirinya, yang hampir tak pernah memperlihatkan wajah tersenyum atau tertawa, adalah sebuah pesan lain tentang sikap tak main-main itu. Continue reading “Rilke”

Nyai Dasimah, Penuh Humor Namun Tetap Berisi

Digelar 64 Kali Ditonton 67.300 Orang
Retno HY
http://www.pikiran-rakyat.com/

Akting serta tarian diiringi aneka jenis musik pada pertunjukan teater musikal “Nyai Dasimah”, mampu mengundang reaksi ratusan penonton yang memadati Gedung Teater Tertutup Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House, Minggu (16/10). Ada yang berteriak mencemooh, tapi ada pula yang memuji dan memberikan dukungan terhadap ungkapan ataupun akting yang dimainkan para pemain yang tergabung di kelompok teater remaja Anka Andika Production. Continue reading “Nyai Dasimah, Penuh Humor Namun Tetap Berisi”

Bahasa »