Sastra, Filsafat, dan Pernik Kehidupan

Sutardi, S.S., M.Pd.*
http://sil-lmg.blogspot.com/

Karya sastra merupakan hasil kesadaran kejiwaan masyarakat, sebagai sejarah mentalitas, sebagai cermin masyarakat, dokumen sosial budaya, serta sebagai sistem pemikiran, sistem pengetahuan yang dihadirkan pengarang dalam menangkap, memandang, dan memahami sebuah realitas. Keberadaan realitas di mata seorang pengarang diolah, diinternalisasi dan ditransendensikan melalui penjelajahan secara mendalam ke dalam wilayah pemikiran dan perasaan. Continue reading “Sastra, Filsafat, dan Pernik Kehidupan”

Petanda Kata Pentas Sastra 2012 Dari PP Al Anwar Paculgowang

Santri Primitif Telah Mati
Anjrah Lelono Broto *)
http://www.kompasiana.com/anjrah_lelono_broto

Memang tak sesakti yang dibuat pujangga asli / Mohon dimaklumi / Sekaligus dinikmati / Baris kata yang tak tahu diri / Yang digubah di warung kopi // Mereka yang terlupa masa lalu / Dan tak peduli masa depan / Mereka yang mengadu nasib dengan sebatang rokok / Dan secangkir kopi / Mereka yang mencurahkan perasaan di ujung / Pena dan secarik kertas / Mereka yang berkelana di antara maya dan nyata // Sang pujangga pinggiran // Aku tak pandai berkarya / Aku tak terlalu mengarti tentang sastra / Namun hari ini / Ku beranikan diri / Untuk memanggungkannya // Di antara para pujangga // Continue reading “Petanda Kata Pentas Sastra 2012 Dari PP Al Anwar Paculgowang”

W. S. Rendra dan Dami N. Toda dalam Kenangan

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende) 5-7 Agus 2010

W. S. Rendra dan Dami N. Toda adalah tokoh besar dalam sastra Indonesia modern. Rendra adalah sastrawan besar dengan spesifikasi menonjol sebagai penyair dan dramawan, sedangkan Dami N. Toda adalah sastrawan besar dengan spesifikasi menonjol sebagai kritikus sastra. Selain dikenal luas sebagai sastrawan Indonesia, Dami N. Toda adalah juga sastrawan NTT, kelahiran Desa Todo-Pongkor, Kabupaten Manggarai, Flore, NTT pada 29 September 1942. Continue reading “W. S. Rendra dan Dami N. Toda dalam Kenangan”

Bahasa ยป