Memahat Mega Makna; Solidaritas dan Ekspresi Penyair

Alam Terkembang *
Riau Pos, 12 Mei 2013

Puisi dan Realitas

SEBUAHpuisi tak pernah alpa atau dusta pada realitas. Puisi membuka mata penyair pada setiap jengkal kejadian. Ia merekam apa saja yang ia lihat dan ia dengar. Tak terbatas oleh ruang dan waktu. Maka, puisi jualah yang mencatatnya dalam lembar sejarah yang tak pernah lekang. Antara puisi dan realitas tak bisa dipisahkan. Continue reading “Memahat Mega Makna; Solidaritas dan Ekspresi Penyair”

Guru dan Minusnya Kreativitas

Sutejo *
Suara Karya, 23 Januari 1996

DK Simonton, dalam Genius, Creativity, and Leadership (1984) pernah menyatakan bahwa “Great thinker tend to have great teachers. Ungkapan demikian mengisyaratkan betapa besarnya peranan guru dalam perkembangan kreativitas seseorang. Dalam ungkapan Jawa kita sering mendengar, bahwa guru iku wong kang digugu lan ditiru. Continue reading “Guru dan Minusnya Kreativitas”

Giliran Islam Konservatif

Usman Kansong
Media Indonesia, 12 Mei 2013

Kelompok konservatif mendapat giliran menguasai panggung Islam di Indonesia. Kini giliran kelompok konservatif, menyingkirlah kelompok moderat.

DI masa Orde Baru, kita mengenal Islam Indonesia sebagai Islam moderat dan toleran. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) merepresentasikan wajah Islam yang moderat, toleran, dan ramah itu. Continue reading “Giliran Islam Konservatif”

Menyuarakan Pemikiran Kartini

Penulis Okky Mandasari mengambil spirit Kartini ke dalam karyanya
Ratu Selvi Agnesia
Jurnal Nasional, 12 Mei 2013

MENGAGUMI seorang tokoh seperti pejuang emansipasi, Raden Ajeng Kartini bukanlah taklit atau pemujaan. Penulis novel “Maryam” Pemenang Khatulistiwa Literary Award 2012, Okky Madasari merespona rasa kagumnya kepada Kartini—dalam pemikiran-pemikirannya sebagai inspirasi dan karya-karya. Namun Okky tetap ingin jadi dirinya sendiri. Continue reading “Menyuarakan Pemikiran Kartini”

Bahasa »