Bersama Luruh Daun

: Rakhmat Giryadi
Bambang Kempling

Bersama luruh daun
Pancaran mata meredub

Menuju lorong yang jauh
selepas azan dhuhur kami mengantarmu

Keranda telah tertulis dalam sajak abadi
di lembar Lauhul Mahfudz

Lalu tangan yang rapuh
dan jari-jari bergetar menyunggingkannya
dalam pesan terakhir si sulung punakawan

“Mas, ini titipanku,” katanya.

Bersama luruh daun
angin bertiup landai

kepada kita dititipkannya kisah yang terbit di koran
untuk khusuk mengeja setiap kata.

11 Juni 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *