Puisi-Puisi Ibnu Wahyudi

AWAL DI AKHIR

awal di akhir
hanya dalam pikir
mengikut kelaziman
menjaga rasa aman
biar tak terasing

sebab awal bisa akhir
dalam ucapan di bibir
saat kau semena-mena
menolakku tanpa kata
menorehkan cerita

awal bisa tak berakhir
ketika hatiku kau sisir
terus membenih rindu
membilang di tiap sendu
begitu syahdu

1 Desember 2019

ADA YANG TERUS KITA SEMBUNYIKAN

ada yang terus kita sembunyikan
boleh jadi ia kita taruh di cahaya
bisa pula hanya di temaram kelam

mereka punya nasib yang berbeda
sebab ketika itu kita mungkin alpa
atau luapkan saja tanpa rencana

sesekali mereka tiba dengan bisik
terkadang pula menyerbu berisik
tapi kita suka abai akan kalkulasi

28 November 2019

MERAHNYA DARAH

merahnya darah
membawa peta kiprah
arusnya terus beriak
meski tanpa perlu teriak
sebab begitu mendidih
akan sisakan pedih
berkepanjangan

sampai entah kapan
lantaran jejak terekam
di antaranya bagai sekam
yang mudah tersulut
terlebih di zaman kalut
ketika semua terasa labil
tak ada yang muskil

26 November 2019

ADALAH IRAMA

adalah irama
beningnya kata-kata
dari alat ucapmu
telah menyihirku
menyamankan hati
tumbuhkan empati
juga rasa aneh itu

bukan komposisimu
yang amat kau benci
lantaran nihil seni
ucapmu suatu ketika
tanpa rasa nestapa
tak lagi tertiup sesal
tanda kau siap mental

24 November 2019

KITA HANYA NUMPANG

kita hanya numpang
kesetiaan juga sesaat
bahkan mungkin sekejap
terlebih yang diucapkan
sering langsung menguap
seperti janji dan sumpah itu

kita cuma seperti nampang
pamer yang bukan kedirian
gincu merona menggoda
bedak tebal bikin sebal
semua sementara
kefanaan intinya

tapi kita gemar berlagak
bahkan kerap seperti tuhan
berkuasa atas bukan kita punya
atur hal yang kita saja kabur
pun tak sadar akan batas
yang pasti melintas

23 November 2019

KEPADAMU JUGA
: AH

kepadamu juga
arah petualangan ini
jalan pencarian hakiki

lika-liku perasaan
compang-camping hati
dalam bimbang dan ragu
pun inisiasi dalam jeda
terentang ketakpastian
membibit nuansa lupa
sekaligus kerinduan
atau ketakmungkinan

tapi tetap saja mustahil
untuk tak menujumu
Mu

22 November 2019

PADA MALAM ISTIMEWA

pada malam istimewa
istirahatkan kata-kata
pilih kalimat berdaya surga
raih wacana dalam kebersamaan
cipta keindahan; bukan pacuan
maka yang tersisa kemudian
adalah catatan sarat makna

21 November 2019

CATATAN YANG KAU BUAT

catatan yang kau buat
suatu ketika nanti
akan berjumpa dengan aortaku

siapa tahu
keduanya berserasa
tak seperti kita yang suka ragu

atau asyik berkalkulasi

sementara mata hati
telah berkalang harapan
namun tiba-tiba ditinggal detak

semua lalu harus dari mula
meretas labirin dan belenggu
sampai mewujud genggaman itu

21 November 2019

SETELAH BERTEMU DENGANMU

setelah bertemu denganmu
usai kita bertatapan syahdu
kata-kata jauh lebih berkelas
paduan rasa terasa bernas
senja pun berbahagia

jika ada yang berbahaya
muaranya ada dalam pikiran
sulit jadi sebening berlian
sebab tetap bermukim hasrat
masih tersisa selaksa minat

19 November 2019

MASIH JUGA TERLAMBAT

masih juga terlambat
semua lalu kena hujat
api membakar rasa sabar
badai menyapu jiwa damai
gempa menimpa semua

yang jadi pereda cuma cinta
ada tenaga gaib yang ajaib
genggam murka tanpa luka
menyiram bara jadi asmara
dan niat tak lagi terhambat

18 November 2019

HUJAN DATANG BERSAMA MAGHRIB

hujan datang bersama maghrib
angin kencang bawa nuansa gaib
kusambut mereka dengan takzim
biar esok aku terbiasa lazim
berkarib musim tanpa linglung

maka kini giliran para payung
menghirup gerimis atau rinai
sebab rehat panjang itu capai
juga merisaukan keberadaan diri
atau sebabkan resah tak terperi

15 November 2019

SETIA

tak mudah setia menjaga kata
sewaktu muda bisa berarti suka
begitu tua bermakna luka
saat enggan bersama jadi duka
bahkan pun ketika tampak berdua

selalu ada rahasia meniti waktu
alangkah sulit untuk seperti batu
berabad terus berbentuk tertentu
bergeming tiada yang membantu
menyimpan misteri cakrawala itu

14 November 2019

PAHLAWANKU

pahlawanku
adalah pemberi ceria
bagi yang tengah luka
adalah penghindar petaka
bagi yang diserbu kecewa
adalah penghibur duka
bagi yang ditinggal suka
adalah pembuka harapan
bagi yang dililit keputusasaan
adalah pengurai masalah
bagi yang tertimpa musibah
adalah pengisi rindu
bagi yang telah menunggu
adalah sebenar engkau
yang penuh pukau

10 November 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *