Kawah Upas. Dan…


Andrenaline Katarsis

Kawah Upas. Dengan tatapan nanar Jenderal Sarwo Edhi Wibowo menatap kepulan-kepulan asap di bawah kawah Upas, gunung Tangkubanparahu. Jenderal legendaris itu berkata lirih, “Ilham, saat itu adalah tugas negara yang dibebankan kepada kami. Kala itu apa yang kami lakukan adalah benar. Namun berbelas tahun kemudian saya merasa apa yang dilakukan negara itu adalah keliru. Kamu bisa memahaminya ya, Ilham?”

“Iya, pak Sarwo,” jawab Ilham. Kemudian jenderal itu berbalik dan menjabat tangan sambil mendekap Ilham Aidit dengan hangat dan erat.

Itu adalah suasana ketika Sarwo Edhi Wibowo melantik Ilham Aidit sebagai lulusan Wanadri angkatan Kabut Rimba – Kaliandra tahun 1981.

Perjumpaan awal saya dengan Ilham Aidit sekira 5 tahun yang lalu pada sebuah acara diskusi buku di Bandung. Memori ingatan saya ketika berjumpa dengan om Ilham, begitu biasa saya menyapanya, tidak bisa lepas dari rona dan kisah D.N Aidit, ketua PKI. Setiap kali berjumpa dengan om Ilham, mesti obrolan kami selalu berputar-putar soal tema kelam peristiwa 1965.

Dan…

Entah darimana om Ilham kemudian mengetahui kalau saya suka berkemah dan naik gunung. Dan sekarang tiap berjumpa dengan om Ilham kami selalu asyik berdiskusi soal gunung, soal hutan, soal pendidikan Wanadri. Ada raut kebahagiaan, semangat yang menggelora dan sumringah terpancar di wajahnya kalau kami bicara soal indahnya alam terbuka, soal gunung, soal sungai dan hutan.

“Andre, kalau kamu suka naik gunung, masuk Wanadri saja,” katanya suatu hari.
“Iya sih om, pengen banget…”
“Masuklah…”

Dan saya dibuat senang sekali mendengar kisah-kisahnya sewaktu mengikuti PDW. Sampai-sampai saya ikut merasakan bagaimana pergolakan batin om Ilham bercerita ketika dilantik dan dipeluk oleh jenderal yang atas titah negara untuk mengeksekusi ayahnya. Tidak bisa saya membayangkan bagaimana perasaan mereka kala itu.

“Bulan Juli adalah musim yang sangat pas untuk naik gunung. Kalau malam langit cerah. Kalau pagi kamu bisa melihat matahari terbit sangat indah. Aya kita ke gunung Gede!” kata om Ilham bersemangat…

Lupakan keruwetan negara, ayo kita naik gunung saja!

24 Juli 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *