INISIAL BADAI

Wahyu Hidayat **

/A/
Tanganmu menggambar wajah farisi dan tubuh naskhi yang runcing. Di tengah ayat, handam yang kaugerakkan membentuk huruf-huruf tumpul.

“Bantu aku merapikan ujung handam,” suaramu seperti tsulutsi yang agung dan mencandukan. Dadaku menjadi diwani jali yang gagal terbaca awam. Continue reading “INISIAL BADAI”

BENTUK BAHASA BERLEBIHAN

Djoko Saryono *

“Bukan hanya makan kita acap berlebihan, berbahasa pun kita sering berlebihan. Kita gemar memakai bentuk-bentuk berlebihan yang hanya memboroskan kata, bahkan menghabiskan tempat menulis saja”, Cak Jumali sudah nyerocos sesaat setelah tiba di Kafe Literasi, tempat ngopi sembari berliterasi bersama Gus Jabbar dan Cak Mendol. Continue reading “BENTUK BAHASA BERLEBIHAN”

AYAT-AYAT KOPI, YANG PEKAT LAGI NIKMAT

Membaca Tuhan Maha Kopi, Zehan Zareez


A. Syauqi Sumbawi *

Dini hari berhawa dingin. Mbedhidhing, istilah kondisi udara di peralihan musim, penghujan menuju kemarau. Biasa di bulan juni-juli seperti ini, dia ganti kulit—mlungsungi—. Kulit paling tipis di wajah akan mengering, memutih, dan terkelupas. Ganti yang baru. Abdun tahu itu. Tapi, bukan masalah besar baginya. Apalagi sampai harus pergi nyalon. Intensive care setiap hari. Continue reading “AYAT-AYAT KOPI, YANG PEKAT LAGI NIKMAT”

Bahasa »