
Taufiq Wr. Hidayat * Continue reading “JALAN YANG LURUS”
Komodifikasi Teater Tradisi
Anjrah Lelono Broto *
Perbincangan tentang kooptasi kesenian oleh pelbagai kepentingan eksternal adalah lagu lama yang tidak lagi memikat sejalan dengan kedirian seni itu sendiri. Ketika seni dikooptasi oleh kepentingan eksternal –di antaranya politik- kita tidak perlu melawan lupa dengan catatan sejarah lahirnya Surat Kepercayaan Gelanggang, polemik Lekra vs Manikebu, dan atau maraknya pelarangan pertunjukkan teater di masa Orde Baru. Tetapi ketika seni dikooptasi kepentingan ekonomi, mayoritas dari publik pasti akan memencongkan mulut dan bergumam tentang keafdhalan penghargaan terhadap karya seni, termasuk mengapresiasinya dengan ritus jual-beli. Continue reading “Komodifikasi Teater Tradisi”
POLITIK BUDAYA LITERASI
Djoko Saryono *
Sejak dahulu sampai sekarang budaya literasi terbukti menjadi episentrum kemajuan kebudayaan dan peradaban. Masyarakat dan bangsa-bangsa di berbagai belahan dunia yang memiliki fundamen budaya literasi yang mantap dan kokoh memiliki kebudayaan dan peradaban yang dianggap maju. Continue reading “POLITIK BUDAYA LITERASI”
Puisi-Puisi Ahmad Yulden Erwin

[Photo: Cover buku puisi “Cinta Ikarus” (berisi 43 puisi) karya Devin Nodestyo]
ODE TIGA WAKTU Continue reading “Puisi-Puisi Ahmad Yulden Erwin”
PEREMPUAN DARI KEPULAUAN *
Agusri Junaidi
Puan merasa tak siap untuk bicara tentang keluarganya saat ini. Apa yang bisa dibanggakan, yang ada ia hanya akan merasa malu terhadap kompleksitas yang menjerat mereka.
Ia tak akan melayani rasa keingintahuan Haris, Pras dan beberapa lagi teman angkatannya. Itu sama saja menyakiti hatinya sendiri, biarlah rahasia kepahitan hatinya ia simpan sendiri. Continue reading “PEREMPUAN DARI KEPULAUAN *”
