3 Cerita Mini tentang Kolonialisme Karya Ahmad Yulden Erwin *

1. KAMPUNG PECAH KULIT

Banyak cara menghukum pada masa VOC. Keluyuran sebab hilang pekerjaan; sembarangan parkir gerobak di jalan; berbohong (utamanya kepada para meneer); tidur di bawah pohon; bahkan bila kau tanpa sengaja muntah di jalan akibat masuk angin: jelaslah kau sangat layak dijatuhi hukuman. Pukulan rotan, kerja paksa, atau dilempar ke bui selama tiga hari adalah jenis-jenis hukuman yang lumayan beradab demi menegakkan disiplin kaum inlander. Continue reading “3 Cerita Mini tentang Kolonialisme Karya Ahmad Yulden Erwin *”

EMIRATES

Muhammad Antakusuma

“What you like to drink, Sir?” tanya seorang pramugara Emirates ke Omar yang duduk di sebelahku.

“Corona! Heineken!” jawab runtut Omar ketika si pramugara menjawab tidak ada.

“We only have Budweiser,” adalah penawaran si pra­mugara. Sambil menikmati hiburan di layar depan tempat duduknya, ia habiskan tiga kaleng bir. Continue reading “EMIRATES”

TERMINAL ROGOJAMPI

Taufiq Wr. Hidayat *

Apa yang dikenang dari sebuah terminal? Di situ ada peristiwa. Juga usia. Ingatan yang tak sempat difoto, dilukis, dicatat, dimonumenkan. Ia tersimpan dalam ingatan yang samar.

Awal 1980-an, terminal Rogojampi cukup ramai. Angkutan dari kota kabupaten datang dan pergi. Bis memasuki terminal, menanti penumpang yang akan memasuki perutnya. Ada angkutan dari pelosok desa Pakel, mobil-mobil kumuh itu pulang-pergi mengantar barang dan orang ke terminal, “mobil pakelan” kata orang. Continue reading “TERMINAL ROGOJAMPI”

Bahasa »