4 Cerita Mini tentang Kolonialisme Karya Ahmad Yulden Erwin *

1. SILAT

Tuma Sutan Kentut Pahlawan, pada suatu malam di pesta yang ramai dan sedikit angin, putus harap atas politik etis di tanah Hindia. Demang muda itu yang selalu berpeci hitam, pemuka adat awal abad ke-20, tanpa dinyana, bersilat pada pesta malam itu dan melompat ke meja perjamuan Meneer Van Dick, lantas, dengan elegan, kentutlah ia semerdu-merdunya. Alhasil, nun sepuluh ribu tumbak tanah ulayat di kampungnya—beginilah heroisme ganjil kakekku—dirampas kongsi kebun Belanda. Continue reading “4 Cerita Mini tentang Kolonialisme Karya Ahmad Yulden Erwin *”

Sastra sebagai Telangkai

Sartika Sari
analisadaily.com/26 Jan 2019

Dalam esai “Pemasyaraka­tan Sastra di Indonesia” terbitan 1995, Jakob Sumardjo. Men­dedahkan persoalan kedu­du­kan sastra di masyarakat dan hal-hal selingkungnya. Salah satu fenomena yang disoroti kala itu, minimnya apre­si­asi terhadap karya sastra. Tidak semata-mata mengangkat satu bendera untuk me­nyebutkan sastra Indonesia secara keseluruhan. Ia menyoroti fenomena tersebut dengan cara yang lebih dekat. Continue reading “Sastra sebagai Telangkai”

Bahasa »