Rachmat Djoko Pradopo Rutinitas Menyantap Koran Pagi

Ardi Teristi
Media Indonesia, 5 Nov 2015

DUNIA sastra dan pendidikan menjadi bagian penting dan tidak dapat dipisahkan dari sosok Rachmat Djoko Pradopo. Di usianya yang menginjak 76 tahun pada 3 November lalu, pria yang akrab disapa Djoko itu masih aktif di kedua dunia tersebut.

Di dunia sastra, Djoko masih aktif menulis sajak-sajak hingga sekarang. Beberapa buku kumpulan puisi telah diterbitkannya, antara lain, Matahari Pagi di Tanah Air (1967), Hutan Bunga (1993), Aubade (1999), Mitos Kentut Semar (2006), dan Tidur tanpa Mimpi (2009). Continue reading “Rachmat Djoko Pradopo Rutinitas Menyantap Koran Pagi”

Literasi dan Pohon Jati

Yona Primadesi *
Riau Pos, 23 Apr 2017

Diskusi singkat saya dengan salah seorang pengagas dan penggiat komunitas Tanah Ombak, Yusrizal KW, menyisakan banyak pekerjaan rumah perihal kegiatan literasi, khususnya pada anak. Terlebih sebuah pernyataan menarik dari tokoh, yang telah berhasil membawa Tanah Ombak tidak hanya menjadi juara pertama Gramedia Reading Community Competition 2016 regional Sumatera, tetapi juga pioner gerakan literasi di Sumatera Barat ini; “Kami tidak sedang menanam bayam, tetapi menanam pohon jati.” Literasi bukan perkara mudah, demikian kira-kira yang ingin disampaikan oleh Yusrizal KW. Perlu partisipasi aktif semua pihak dan bersifat kontiniuitas. Continue reading “Literasi dan Pohon Jati”

PAUS SASTRA INDONESIA

Imawati Rofiqoh *
100tahunhbjassin.wordpress.com

Sang paus berwajah bulat, memiliki tahi lalat di pipi dan berkacamata. Ia tak sedang berenang di laut atau berada di hadapan umat. Ia ada di sampul buku, menemui pembaca dengan kata-kata dan peristiwa. Buku itu digarap oleh Pamusuk Eneste berjudul H.B. Jassin Paus Sastra Indonesia, diterbitkan oleh Djambatan (1987). Gambar sang paus memakai baju batik, nyaris memenuhi sampul. Kulitnya nampak keriput dan pipi bergelambir, namun tak tampak lesu. Tangannya mengepal bersama sorot mata yang tajam. Pembaca bisa saja segera menduga ia tokoh penting di Indonesia. Sampul memang sering sengaja menggoda, mengajak berkeputusan membaca atau berlalu saja. Continue reading “PAUS SASTRA INDONESIA”

Perempuan dalam Sastra Indonesia: Perjalanan dari Obyek ke Subyek

Alia Swastika *
Kompas, 18 Des 2004

Sulit untuk menyangkal bahwa ada banyak perubahan yang terjadi di dunia sastra Indonesia dalam kurun lima tahun terakhir. Salah satu gejala perubahan yang sering muncul menjadi diskursus publik adalah lahirnya para penulis perempuan dengan karya-karya yang dianggap “menawarkan kebaruan”, “laris di pasaran”, dan beberapa “emansipatoris”. Banyaknya pembahasan tentang karya para penulis perempuan memancing munculnya perdebatan tentang kualitas kritis dan emansipatoris dari karya-karya ini dalam kolom-kolom di media massa. Semuanya menjadi begitu riuh: banyak orang berbicara tentang perempuan, karya, dan intertekstualitas yang melingkupinya. Continue reading “Perempuan dalam Sastra Indonesia: Perjalanan dari Obyek ke Subyek”

Bahasa ยป