Memori (Film) Pengkhianatan G30S/PKI dan Generasi Milenial

Achdiar Redy Setiawan *
Radar Madura, 01 Okt 2017

Seorang perempuan menggenggam silet di tangannya. Di depannya duduk pria yang terikat kedua tangannya. Pelan-pelan, silet itu pun diarahkan pada wajah pria tidak berdaya itu. Sederet kalimat bernada menakut-nakuti pun terlontar. Salah satu yang paling terekam adalah ini: Darah itu merah, Jenderal. Dengan ekspresi penuh kebengisan, lelaki yang disapa ”jenderal’ itu lantas dihadiahi bogem dan siksaan lainnya. Berdarah-darah. Hingga sekarat, dan menjemput ajalnya. Continue reading “Memori (Film) Pengkhianatan G30S/PKI dan Generasi Milenial”

Bahasa dan Sastra dalam Bingkaian Dialog Sastrawan

Abiyyu, Juli
balairungpress.com, 1 Mei 2015

Pagi itu, Minggu (26/04), suasana Pusat Studi Kebudayaan (PSK) UGM tampak ramai. Terlihat di antara mereka beberapa sastrawan kawakan, seperti Iman Budhi Santosa, Mustofa W. Hasyim, Ulfatin C.H., dan Budi Sarjono. Mereka berkumpul dalam rangka melakukan diskusi dengan guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia se-Yogyakarta. Continue reading “Bahasa dan Sastra dalam Bingkaian Dialog Sastrawan”

Literasi Sastra Membangun Karakter Siswa

Muhlasin *
Tribun Jateng, 28 Feb 2017

Ada yang baru dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA tahun ini. Jika tahun-tahun sebelumnya peserta menempuh enam mata uji, kali ini mereka hanya menempuh empat mata uji. Tiga mata pelajaran sebagai mata uji wajib, yakni bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris, dan satu mata uji pilihan sesuai program studinya. Sedangkan dua mata pelajaran (mapel) khas jurusan lainnya yang tidak dipilih dalam UN akan ditempuh bersama mapel lain dalam Ujian Sekolah Bersama Nasional (USBN). Continue reading “Literasi Sastra Membangun Karakter Siswa”

Pembelajaran (Bahasa) Sastra dalam Kurikulum 2013

Musa Ismail *
riaupos.co 21 Sep 2014

Tahun Pelajaran 2014/2015, pemerintah mengambil kebijakan untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 (K13) pada jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA sederajat di tanah air. Kebijakan ini ditetapkan setelah melalui uji publik yang penuh pro dan kontra. Apapun pro dan kontra itu, kehadiran K13 “yang saya sebut sebagai Kurikulum Cinta” memberikan corak tersendiri pada wajah pendidikan di negara kita. Yang jelas, kurikulum ini bertujuan mengubah pola dan muatan materi pembelajaran di kelas-kelas kita. Salah satu pola dan materi pembelajaran itu adalah muatan sastra yang terangkum dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Continue reading “Pembelajaran (Bahasa) Sastra dalam Kurikulum 2013”

Bahasa »