Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (II)

Nurel Javissyarqi

II
Di bawah ini saya gunakan beberapa pendekatan, ada dongengan bagi yang suka cerita, serta jalur lain. Terpenting tidak lepas dari harapan M. Yamin, yakni lima faktor yang memperteguh ikatan persatuan; sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan dan kemauan.
*** Continue reading “Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (II)”

Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (I)

Nurel Javissyarqi

I
“Mungkin selera saya belum terbentuk dengan baik, pendapat saya mungkin keliru. Pokoknya Anda tahu bahwa saya terbiasa mengatakan terus-terang pendapat saya, atau lebih tepat perasaan saya. Saya curiga bahwa pendapat orang sering dipengaruhi ilusi, mode atau tingkah sesat. Sedangkan saya berbicara secara alamiah. Mungkin saja keadaan alamiah pada diri saya masih belum sempurna, namun boleh jadi juga pendapat alamiah ini masih sangat kurang diperhatikan oleh kebanyakan orang.” (Voltaire, L’Ingénu, 1767, terjemahan Yayasan Obor Indonesia, Januari 1989). Continue reading “Dialog Imajiner Mohammad Yamin tentang “Deklarasi Hari Puisi Indonesia.” (I)”

Sastra Daerah dalam Kegelisahan, Inilah yang Terjadi di NTT dan Indonesia

Yoseph Yoneta Motong Wuwur *
Pos Kupang, 8 Juni 2017

Ajip Rosidi dalam bukunya Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia menjelaskan: …Sekalian sastra yang ditulis dalam bahasa-bahasa daerah yang terdapat di seluruh Nusantara dinamakan sastra Nusantara. Sedangkan sastra Indonesia hanyalah sastra yang ditulis dalam bahasa Indonesia (1986:10). Pertimbangan dari segi bahasa maka di Indonesia kita mengenal adanya sastra daerah, sastra asing dan sastra Indonesia. Continue reading “Sastra Daerah dalam Kegelisahan, Inilah yang Terjadi di NTT dan Indonesia”

Bahasa »