Tahun 2017 dan Bayang-bayang Kebudayaan

Jumari HS

Home

FILSAFAT menempatkan kebudayaan pada aras metafisis yang merujuk pada penempatan nilai sebagai aspek formal intrinsik . ia tidak bicara tentang bagaimana kebudayaan menjadi norma bagi tingkah laku (learned behaviour) sehingga membentuk way of life (suatu hal menjadi obyek studi sosio antropolgi), atau bagaimana kebudayaan dibentuk oleh representasi kuasa pengetahuan (satu hal yang menjadi obyek cultural studies). Continue reading “Tahun 2017 dan Bayang-bayang Kebudayaan”

SEKUNTUM BUNGA SOFI DARI DAHAN MAFIA THREE IN ONE

Awalludin GD Mualif

NOVEL sebagai bagian dari karya sastra, mempunyai bentuk dan proses penceritaanya sendiri yang terikat dalam hukum-hukumny sendiri. Proses dan bentuk yang menghasilkan kecemasan, ketakutan serta harapan, sebab akibat, penyampaian gagasan, nilai dan pesan-pesan dalam frame dan dunia yang diciptakan penulisnya. Seperti Tuhan yang menciptakan semesta, sebagai latar bagi manusia, demikian juga manusia (penulis) mencipta karya sastra, dimana unsur sastra menjadi latar bagi para tokoh-tokoh yang digambarkan oleh penulis. Continue reading “SEKUNTUM BUNGA SOFI DARI DAHAN MAFIA THREE IN ONE”

Ben Anderson dan Perkara Ejaan

Joss Wibisono *
Majalah Tempo, 28 Des 2015

Pada obituari Benedict Anderson, yang wafat di Indonesia, Tempo menyinggung berulang kali bahwa, dalam menulis, Indonesianis terkemuka ini selalu menggunakan Edjaan Suwandi (1947-1972). Oleh majalah ini, ejaan yang digunakan Ben Anderson tersebut dianggap ciri khas Ben, dan sayang tidak dikupas lebih jauh. Sesungguhnya Tempo edisi akhir tahun 2001 (halaman 82-83) telah memuat kolomnya yang ditulis dalam ejaan pra-Orba, berjudul “Beberapa Usul demi Pembebasan Bahasa Indonesia”. Bahkan bisa dikatakan, bagi Ben, EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) itu tidak ada, sampai saat-saat terakhir ia tetap menggunakan Edjaan Suwandi. Continue reading “Ben Anderson dan Perkara Ejaan”

Bahasa Media Bahasa Kita

Bagja Hidayat *
Majalah Tempo, 7 Des 2015

Pada akhirnya bahasa Indonesia adalah himpunan berbagai bahasa daerah, bukan hanya bahasa Melayu yang menjadi akarnya ketika ditetapkan sebagai bahasa persatuan 87 tahun lalu. Jika dilihat dari jumlah penuturnya, bahasa Jawa dan Sunda paling banyak mempengaruhi bahasa Indonesia. Dari 6.000 lebih bahasa di dunia, jumlah penutur bahasa Jawa menempati urutan ke-11. Continue reading “Bahasa Media Bahasa Kita”

Bahasa »