Pameran Buku Frankfurt 2015: Tak Ada Kata Terlambat

Ayu Purwaningsih
dw.de

Dalam hitungan bulan, Indonesia akan tampil sebagai tamu kehormatan di pameran buku internasional Frankfurter Buchmesse 2015. Dibutuhkan kerjasama luas untuk keberhasilan Indonesia.

“Industri ini masih hidup, bergetar,“ demikian kata-kata penuh semangat yang dilontarkan direktur pameran buku internasional Frankfurt Book Fair, Juergen Boos, setahun yang lalu. Kata-kata bergelora itu mendorong semua pihak mengembangkan tradisi yang menjadi kunci pengetahuan ini. Seperti yang diharapkannya, tahun ini pameran akbar itu pun kembali mendulang kesuksesan, dengan menghadirkan tamu kehormatan: Finlandia. Continue reading “Pameran Buku Frankfurt 2015: Tak Ada Kata Terlambat”

Penyakit Banyak Bertanya, Malas Membaca, Enggan Berpikir *

Nurel Javissyarqi

Seperti hari biasanya, mengelilingi kota Reyog sambil mengukir masa memahat waktu di kedalaman kalbu, kadang menghitung usia apa saja yang terlintas. Betapa damai jalan-jalan terlewati; menyusuri pemandangan alam ke Pulung, memutari keindahan telaga Ngebel yang pepohonannya tinggi menjulang, dan dedaunnya melambai ringan merekam jejak perjalanan, mungkin kelak diceritakan oleh angin musim pergantian. Continue reading “Penyakit Banyak Bertanya, Malas Membaca, Enggan Berpikir *”

BERMULA DARI OBSESI *

Bambang Kempling

Ernest Hemingway dalam novelnya, The Sun Also Rises mempertanyakan mengapa laut tidak pernah penuh. Albert Camus lewat beberapa karya abadinya, terus menerus mempertanyakan tentang kenisbian dunia. Dalam periode tertentu, Rendra mempertanyakan tentang ketidakadilan, Afrizal Malna mempertanyakan ketimpangan sosial. Melalui proses dan jalan panjang, serangkaian pertanyaan itu kemudian mereka perjuangkan jawabannya dalam wujud karya outentik. Continue reading “BERMULA DARI OBSESI *”

Dimensi Profetik: Kisah Penyair Mencari Tuhan di Hikayat Perjalanan Lumpur

Musa Ismail *
riaulive.com

Kalau kita merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), profetik mengandung makna berkenaan dengan kenabian dan ramalan. Namun, dalam pengertian lebih tajam, profetik merupakan suatu istilah yang mengaitkan antara ruang lingkup sastra dengan aspek keagamaan. Abdul Hadi WM mengatakan, segi penting yang kerap ditekankan oleh para ahli dan pengamat yang tajam dalam membicarakan relevansi sastra keagamaan yang mendalam, termasuk sastra sufi, ialah segi profetiknya. Inilah yang disebut semangat profetik. Continue reading “Dimensi Profetik: Kisah Penyair Mencari Tuhan di Hikayat Perjalanan Lumpur”

Bahasa »