KONSEP KESENIAN PROFETIK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Wawan Kardiyanto
wawankardiyanto.wordpress.com

ABSTRAC

The research based on the background of art creation glowing that was influenced by the art concept for art it self (L’art pour L’art) the art concept for art show free value, aesthetic sense and truth more. The research tried to think about the prophetic art concept that would give advantage and clear purpose where the art has been brought, is must proportionally with action value, aesthetic sense and truth. Continue reading “KONSEP KESENIAN PROFETIK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM”

Sastra Profetik dalam Lembata sebuah novel

Catatan atas Literature Khatulistiwa Award
Hengky Ola Sura
ophye-mof.blogspot.com

Tulisan ini merupakan apresiasi atas Literature Khatulistiwa Award yang dimenangkan oleh Lembata sebuah novel. Juli 2008 lalu, penerbit Lamalera menerbitkan sebuah novel yang ditulis oleh sastrawan dan jurnalis senior Indonesia, F. Rahardi, dengan judul Lembata. Catatan pengantar dari penerbit menulis, mengapa Lembata dan mengapa sebuah novel? Pertanyaan tersebut sebenarnya menempatkan dimana suara kenabian (profetik) Gereja Katolik yang telah berada di Lembata sudah seabad lebih ternyata belum menunjukan ada perkembangan berarti yang dialami masyarakat Lembata. Continue reading “Sastra Profetik dalam Lembata sebuah novel”

Polemik Sastra Sufistik, Profetik, dan Religius

Resna J Nurkirana
http://resnaje.blogspot.com

Akan menjadi sia-sia ketika kita harus mencari berbagai macam penjelasan untuk kemudian kita jadikan sebagai acuan dalam membuat sebuah pengelompokan atau pendikotomian. Seperti halnya para sufi, mereka tidak lagi mengelompokan seperti apa ahli surga dan seperti apa ahli neraka. Para sufi yang menjalankan ilmu tasawuf akan lebih fokus mencari cara untuk bisa benar-benar mencintai Tuhannya. Continue reading “Polemik Sastra Sufistik, Profetik, dan Religius”

Sastra dan Perlawanan: Membangkitkan Kembali Sastra Profetik

Ismail Amin
http://rtm-sastra.blogspot.com

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang/suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan/dituduh subversif dan mengganggu keamanan/maka hanya ada satu kata: lawan!

Dalam membaca karya sastra, khususnya puisi. Mayoritas penikmat sastra mendambakan dari hasil bacaannya terkecap keindahan. Teresapi pendar-pendar aroma estetika. Oleh karena itu, banyak penyair berusaha menuangkan harmoni kata yang indah dalam setiap karya puisi mereka. Continue reading “Sastra dan Perlawanan: Membangkitkan Kembali Sastra Profetik”

Semangat Profetik Sastrawan Kita Memudar?

Gunoto Saparie *
murianews.com

Sastra sufistik adalah ragam karya sastra yang mendapat pengaruh kuat dari sastra sufi atau sastra tasawuf, termasuk sistem pencitraan, penggunaan lambang, dan metafora. Sastra sufistik dapat juga disebut sastra transendental karena pengalaman yang dipaparkan penulisnya ialah pengalaman transendental, seperti ekstase, kerinduan, dan persatuan mistikal dengan yang transenden. Pengalaman itu berada di atas pengalaman keseharian dan bersifat supralogis (transenden, sekaligus imanen). Continue reading “Semangat Profetik Sastrawan Kita Memudar?”

Bahasa »