
Andhika Dinata * Continue reading “Membaca Gugusan Mata Ibu (Sekumpulan Sajak Raudal Tanjung Banua)”
Pengantar dari Korrie Layun Rampan
Korrie Layun Rampan
http://gampiran.wordpress.com/
Pertama kali saya membaca embriyo Gampiran (Rampan, 2011: 121-5) saat menyusun antologi cerita pendek Kalimantan Timur dalam Cerpen Indonesia. Buku itu diterbitkan sebagai dasar senimar sastra yang diadakan pada tanggal 7 Desember 2011 tentang pendidikan dan kreativitas sastra di Kalimantan Timur. Continue reading “Pengantar dari Korrie Layun Rampan”
Reformasi Mental, Kunci Sukses Otonomi Daerah
Sutejo *
Radar Madiun, 19 Okt 2000
Pada Akhir bulan lalu, LIPI bersama kedutaan besar Perancis di Jakarta, mengadakan workshop internasional tentang otonomisasi di Indonesia. Dari workshop tersebut, terbesit bagaimana sikap pesimistis masyarakat dan peneliti dalam menyikapi pelaksanaan otonomisasi daerah. Continue reading “Reformasi Mental, Kunci Sukses Otonomi Daerah”
Miskomunikasi dan Hiperrealitas
Mohammad Isa Gautama *
Harian Haluan, 8 Jan 2011
HELAT Seminar Kebudayaan Minangkabau usai sudah. Setelah mendapat resistensi yang sangat keras dari mayoritas kelompok masyarakat, bahkan oleh pemerintah provinsi serta kota Bukittinggi, Gebu Minang ngotot mengadakannya di Padang. Tak sedikit tenaga, waktu, dan perhatian kita terkuras demi mengikuti dan ikut mengekspresikan sikap masing-masing. Sejatinya dialektika itu mengandung sisi positif dan negatif. Continue reading “Miskomunikasi dan Hiperrealitas”
Dari Luka, Prosa Bermula…
Rinai Kabut Singgalang Karya Muhammad Subhan
Damhuri Muhammad
Harian Haluan, 16 Jan 2011
Bagi saya, penyebab mula-mula dari terciptanya sebuah prosa adalah luka. Meskipun jarang dibincang, di dunia kepengarangan, luka telah menjadi semacam “rukun setengah-wajib” yang mesti dipenuhi oleh setiap pengarang sebelum mendedahkan sebuah karya. Continue reading “Dari Luka, Prosa Bermula…”
