Buku Sastra dari Sastrawan Sumut, kepada Hidayat Banjar

Budi P Hatees
http://www.analisadaily.com/

Banyak tradisi membuat manusia bersemangat membangun kebudayaannya. Menulis merupakan salah satu tradisi itu. Tentu, menulis di sini berarti kerja keras untuk membangun sebuah teks atau berwacana (discourse).

Soal wacana ini, lebih baik menikmati kajian-kajian Paul Ricoeur, lalu kaitkan dengan teori tentang bahasa. Misalnya, pakai teori yang diperkenalkan Alessandro Duranti, yang mengaitkan kemampuan berbahasa (berwacana) dengan kekuasaan. Continue reading “Buku Sastra dari Sastrawan Sumut, kepada Hidayat Banjar”

Tiga Penyair (Tua) Menguak TIM

Arif Zulkifli
http://majalah.tempointeraktif.com/

Penyair “mabuk” itu datang lagi. Masih dengan misai yang terjulur dan rambut yang tak disisir. Ketika layar diangkat, ia bergelayutan dari langit-langit. Panggung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), yang luas, malam itu tak mampu menampung aksinya. Ia berguling, meraung, dan berdendang sambil sesekali menenggak air jahe. Tidak ada upacara minum bir. Continue reading “Tiga Penyair (Tua) Menguak TIM”

Komentator Senja

Gerson Poyk
http://www.suarakarya-online.com/

Di saat kakek pensiun, aku beruntung sudah diterima menjadi mahasiswa tanpa ujian masuk. Aku langsung diterima karena nilai ujian akhir SMA-ku bagus. Semuanya sembllan, kecual i matematik yang berhenti pada angka delapan. Kakek memberiku hadiah sebuah laptop yang setiap hari aku bawa ke kampus. Continue reading “Komentator Senja”

Bahasa ยป