Penyair pun Berpesta

Adhitia Armitrianto
http://www.suaramerdeka.com/

DOROTHEA Rosa Herliany (Magelang), Sosiawan Leak (Solo), dan Martin Jankowski (Berlin, Jerman), Jumat (21/7) malam, telah menghibur ratusan penonton di auditorium Univesitas Muria Kudus (UMK).

Namun duet Leak dan Martin saat membacakan puisi “Vorortzug Jakarta-Bogor (Kereta Api Jakarta-Bogor)” agak terganggu. Sebab, Leak mendapati halaman kosong dalam buku yang dibacanya. Continue reading “Penyair pun Berpesta”

Siapa Melarang Sastrawan “Berkelamin” Ganda?

YS Rat
http://www.analisadaily.com/

DUA tulisan, Bila Sastrawan Pemula Menentukan Kelamin? oleh Hasan Al Banna dan Sastrawan tak Ditentukan Usia oleh Budi P Hatees, dimuat bersamaan di Rubrik Rebana (Analisa, Minggu, 26 Februari 2012). Sebagai pemicu jelas, tulisan saya berjudul, Menjadikan Jelas “Kelamin” Sastrawan Pemula di rubrik dan surat kabar sama (Minggu, 12 Februari 2012). Continue reading “Siapa Melarang Sastrawan “Berkelamin” Ganda?”

Penyair Magelang Baca Puisi di Jerman

M Hari Atmoko
antarajateng.com

Penyair Magelang, Jawa Tengah, Dorothea Rosa Herliany, akan membacakan beberapa puisi karyanya di tiga kota di Jerman yakni Bremen, Berlin, dan Koln, untuk mengenalkan kepada publik negeri itu tentang perkembangan sastra modern Indonesia.

“Puisi-puisi karya 1990 hingga 2009 akan kami bacakan pada kegiatan di tiga kota itu,” kata Rosa di Magelang, Jumat. Continue reading “Penyair Magelang Baca Puisi di Jerman”

Bahasa Alay, Sebuah Budayakah?

M. Syahrizal
http://www.analisadaily.com/

Dari sudut pandang linguistik, Bahasa Indonesia salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah Bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19.

Dalam perkembangannya dia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Continue reading “Bahasa Alay, Sebuah Budayakah?”

Membuka Jalan bagi Sastra Berbahasa Batak

Budi P Hatees
http://www.analisadaily.com/

Menulis dalam bahasa daerah? Tentu saja ini sebuah pilihan kreatif yang tidak akan dipilih semua penulis. Apalagi di era ketika grafik penutur bahasa daerah di negeri ini menunjukkan penurunan setiap tahun. Sangat mungkin, para sastrawan yang tumbuh di lingkungan masyarakat berkebudayaan Jawa dan karenanya bisa bertutur dalam bahasa Jawa, belum tentu akan menulis dalam bahasa Jawa sekalipun penutur bahasa Jawa begitu masif di negeri ini. Continue reading “Membuka Jalan bagi Sastra Berbahasa Batak”

Bahasa ยป