Stilistika sebagai Sarana Estetik Sastra

Inung Setyami
Riau Pos, 11 Maret 2012

KARYA sastra merupakan luapan perasaan pengarang yang dicurahkan dalam bentuk tulisan, menggunakan kata-kata yang disusun sedemikian rupa. Dalam penciptaan karya sastra, unsur keindahan merupakan hal yang sangat penting dan diutamakan. Karena itu, dalam penciptaan karya sastra tak pernah terlepas dari penggunaan stilistik atau ilmu tentang gaya bahasa. Mengapa? Continue reading “Stilistika sebagai Sarana Estetik Sastra”

Menyadari Fungsi Komunikasi Karya Sastra

(Apresiasi Atas Buku Kopi Hujan Pagi Karya Penulis Sekolah Menulis Paragraf)
Junaidi
Riau Pos, 11 Maret 2012

KEHADIRAN buku Kopi Hujan Pagi (KHP) memberi napas baru bagi perkembangan kesusastraan di Riau. Sastrawan Riau itu eksis. Mereka terus berkarya baik di media massa maupun buku sastra yang sengaja diterbitkan. Yang paling utama dari buku ini adalah terlihatnya proses pewarisan kreativitas kepengarangan di Riau dari generasi senior ke generasi yang lebih muda. Continue reading “Menyadari Fungsi Komunikasi Karya Sastra”

Menela’ah Sastra Lisan, yang Merupakan Bagian dari Sastra Daerah

Eduard Tambunan

Sastra lisan pada hakekatnya adalah tradisi yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat tertentu. Keberadaan sastra lisan diakui, bahkan sangat dekat dengan kelompok masyarakat yang memilikinya. Dalam sastra lisan, isi ceritanya seringkali mengungkapkan keadaan sosial budaya masyarakat tertentu. Continue reading “Menela’ah Sastra Lisan, yang Merupakan Bagian dari Sastra Daerah”

Kekonvensionalan Membaca Puisi Pada Pelajar; Sebuah Kondisi yang Mewaris

Rahmat Sularso Nh*
Radar Mojokerto, 12 Feb 2012

Pembelajaran Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah khususnya pada jenjang pendidikan menengah atas sudah lebih menyentuh kepada kekontekstualan perkembangan Pendidikan Bahasa dan Sastra itu sendiri. Artinya materi-materi ajar yang di suguhkan sudah tidak lagi terbatasi oleh referensi atau kumpulan data milik guru secara pribadi. Continue reading “Kekonvensionalan Membaca Puisi Pada Pelajar; Sebuah Kondisi yang Mewaris”

AKU INGIN TIDUR NYENYAK DI KOTAKU

Muhammad Mak Al Fine*
Radar Mojokerto, 12 Feb 2012

Air berguguran dari celah langit, gelap mencekam segenap hati dan jiwa. Bintang tak berani mengintip apalagi penerang malam, enggan membelah kain hitam yang menyelimuti bumi. Suara gemericik terus menuntun kerinduan alam. Kilat melukis langit, guntur membisu kejauhan sana. Percikan-percikan air berterbangan, bercinta dengan angin yang menelusup kamarku. Suara-suara malam membisu diamuk tetesan air hujan. Continue reading “AKU INGIN TIDUR NYENYAK DI KOTAKU”

Bahasa »