S Prasetyo Utomo
suaramerdeka.com
BERTARUNG dengan degup jantungnya sendiri, Sakri membawa seutas tali, sebagai penjerat leher anjing. Hari gelap, pelabuhan tanpa ombak, tanpa mendung, Kapal-kapal dan perahu rapat berlabuh. Bergoyang-goyang kecil, seperti kebimbangan yang mengayun-ayun hati Sakri. Pertarungan hatinya menjerat seekor anjing yang berkeliaran di pelabuhan, meski tak membangkitkan pergolakan, mengayun-ayun kesadarannya. Continue reading “Menjerat Anjing”
