Ayah dan Sepotong Bulan

Laila Awalia
http://www.lampungpost.com/

“Ibu, lihat itu! Bulan itu dipotong siapa?”

Tentu, Soraya menunjuk benda setengah lingkaran dengan tangan mungilnya ketika mendongakkan kepala di bawah langit malam yang remang-remang. Ketika itu, Ayah belum pulang, maka Soraya menarik tangan bunda untuk keluar, duduk berjajar menghadap taman. Berharap mata Soraya akan segera menangkap semburat cahaya kuning dari lampu depan mobil Ayah ketika memasuki halaman depan dengan menyuarakan klakson. Continue reading “Ayah dan Sepotong Bulan”

Yang Teramputasi

Gus Martin

Beranda

AKU punya rasa sesal amat sangat yang kini kupendam jauh di dasar hatiku. Kadang menyakitkan. Rasa sesal itu, bukan lantaran aku terlahir berbekal cacat dan keanehan yang dalam sepanjang perjalanan hidupku memberi kesempatan pada banyak orang untuk menolok-olokku, menghinaku, dan mentertawaiku. Rasa sesal itu, justru lantaran bagian tubuhku yang tak wajar itu kini sudah diamputasi dan dikremasi. Continue reading “Yang Teramputasi”

Perempuan di Lambung Kota

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

PEREMPUAN itu sudah lenyap ditelan Jakarta, justru di depan mataku pula. Padahal tengah kubangun bulan di wajahnya, agar kami dapat mandi cahaya purnama di suatu kota yang serba tidak tergesa-gesa. Dan bercakap-cakap berdua dengan suara rendah tentang hidup sehari-hari, anak-anak, para sahabat, tetangga ataupun sanak-famili. Continue reading “Perempuan di Lambung Kota”

Nasabah

Nyoman Tusthi Eddy*
http://www.suarakarya-online.com/

Kupandang baik-baik wanita yang duduk di depanku. Ia adalah mantan siswaku yang gagal sepuluh tahun lalu. Orang lalu lalang keluar masuk pintu. Kursi tunggu penuh dengan nasabah yang menunggu panggilan. Aku duduk di kursi pojok berhadapan dengan wanita itu, sehingga agak luput dari perhatian orang. Continue reading “Nasabah”

With Love From Gaza

Zulfahani Hasyim
http://oase.kompas.com/

“Kau tenang saja sayangku, kau akan segera mendapat perawatan.” Kata Abdullah kepada Fayla, isterinya. Sementara Fayla semakin merapatakan pelukannya di dada Abdullah. Tak ada keluh kesah keluar dari bibir Fayla. Ketulusan cintanya telah membenamkan semua rasa sakit dalam lautan kerelaan. Walau bayi dalam kandungannya terus memberontak hendak keluar karena memang sudah saatnya dia terlahir ke dunia. Continue reading “With Love From Gaza”

Bahasa ยป