Ibn ‘Arabi (1165-1240)

Karya: Masataka Takeshita
Penerjemah: M. Harir Muzakki *

Ibn ‘Arabi (1165-1240), tanpa diragukan, merupakan seorang pemikir yang sangat penting dan berpengaruh dalam sejarah pemikiran Islam pada masa berikutnya. Filsafat mistiknya, yang kemudian disebut wahdat al-wujud, mendominasi seluruh wilayah budaya dunia Muslim masa selanjutnya. Pengaruhnya sangat luas hingga tidak mungkin memahami sejarah pemikiran Islam setelah abad 13 tanpa memahamai pemikiran Ibn ‘Arabi secara baik. Continue reading “Ibn ‘Arabi (1165-1240)”

KAJIAN ISLAM: BELAJAR DARI GUS DUR (bagian I – III)

Sutejo

Untuk menggairahkan kembali spiritualitas umat NU –sesuai dengan pesan tema panitia— maka dapat dieksplorasikan sebagai berikut. Pertama, jika yang dijadikan “patokan” adalah Gus Dur, maka penting kita berkaca pengembangan diri ala Gus Dur, dan mungkin berikut penerus organisasinya, KH. Hasyim Muzadi. Karena itu, mari belajar kepada Gus Dur. Continue reading “KAJIAN ISLAM: BELAJAR DARI GUS DUR (bagian I – III)”

KAJIAN ISLAM: BELAJAR DARI GUS DUR (bagian IV – VII Habis)

Sutejo
/4/
Aura Gagas Gus Dur

Era demokratisasi dalam konteks Indonesia mutakhir, telah menjebak masyarakat Indonesia pada gelombang eforia kata; yang mengabaikan pada kaidah demorasi itu sendiri. Kalau substansi demokrasi adalah kesederajatan, maka dalam fenomena kehidupan berbangsa mutakhir (politik?), arifnya dapat menghindarkan simbol kata yang cenderung mereduksir pihak yang lain. Continue reading “KAJIAN ISLAM: BELAJAR DARI GUS DUR (bagian IV – VII Habis)”

JADILAH GURU YANG INSPIRATIF!

Orasi Ilmiah Sutejo dalam Acara Wisuda Sarjana STKIP PGRI Ponorogo, tanggal 6 Oktober 2012
Sutejo

Dalam realita pembelajaran, sering kita temukan guru yang tidak kreatif, monoton, malas, tidak inovatif, dan fatalnya menyalahkan murid-muridnya dengan berbagai alasan. Dari tidak punya motivas, tidak berbakat, malas, tidak kooperatif, nakal, sampai anak-anak mutakhir mengalami disoreantasi. Continue reading “JADILAH GURU YANG INSPIRATIF!”

Tantangan Miterealis Han Gagas

Saifur Rohman

Cerpen-cerpen Indonesia mutakhir diwarnai oleh komodifikasi yang bisa disingkat dengan jimat “cerpen koran”. Bentuknya ringkas, isinya padat, dikemas dengan gaya yang unik, selesailah. Seperti membuat pop mie; cepat saji, segar, dan gurih.

Di tengah-tengah komodifikasi itu, kumpulan cerpen bertajuk Ritual (2012) karya Han Gagas sesungguhnya bisa diapresiasi sebagai sebuah perlawanan yang betul-betul berani terhadap kemasan cerpen koran. Continue reading “Tantangan Miterealis Han Gagas”

Bahasa »