Rose: Denyar Melayu dalam Melodius Ridakus Liamsus

Fakhrunnas MA Jabbar *
Riau Pos, 20 Okt 2013

Peluncuran buku puisi Rose karya Rida K Liamsi yang digelar di ball room sebuah hotel berbintang di Pekanbaru, 12 Oktober malam terbilang meriah dan gemilang. Selain acara itu dihadiri Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang juga wartawan senior, juga muncul ratusan tokoh dan hadirin dari berbagai daerah. Dalam acara pembacaan puisi sebagai penanda peluncuran buku, tampil secara atraktif dan bergantian Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, aktris dan pemain teater Cornelia Agatha, penyair Murparsaulian dan Rida sendiri. Continue reading “Rose: Denyar Melayu dalam Melodius Ridakus Liamsus”

Tenas Effendy, Gudang Pantun Melayu Riau

UU Hamidy *
Riau Pos, 13 Jan 2013

1. Pengarang Sejarah Lokal

Nama Tenas Effendy agaknya tidak asing lagi bagi sebagian besar kalangan terpelajar di Riau. Dan hampir dapat dipastikan sudah dikenal dengan baik oleh puak Melayu daerah Siak, serta lebih-lebih di Pelalawan —daerah kelahiran dan bekas kerajaan tempat tokoh ini dibesarkan. Jika Tenas Effendy mengunjungi kawasan puak Melayu Petalangan di Kecamatan Pangkalankuras Kabupaten Pelalawan, ia akan diperlakukan bagaikan pembesar oleh anak negeri Melayu Petalangan tersebut. Continue reading “Tenas Effendy, Gudang Pantun Melayu Riau”

Mitologi Melayu dan Sastrawan Riau

Agus Sri Danardana *
Riau Pos, 4 Nov 2012

TANPA harus menyangkal bahwa lahirnya kesusastraan (puisi) Indonesia modern banyak dipengaruhi oleh kesusastraan (poetika) Barat, kita pun harus mengakui bahwa sebelum berkenalan dengan kesusastraan Barat, sebenarnya kita sudah punya konvensi sastra sendiri. Konvensi sastra itu, dalam kenyataannya, tak dapat dengan begitu saja ditinggalkan oleh para sastrawan kita. Continue reading “Mitologi Melayu dan Sastrawan Riau”

PENANTIAN DAN HUJAN YANG PANJANG

Taufiq Wr. Hidayat *

“Tunggulah aku di ujung jalan itu,” kata seseorang pada kekasihnya.

Alangkah dalam suatu penantian. Dan kenapa seseorang harus menanti? Mungkin di situ bersama hujan, lampu-lampu malam, rumah yang jauh. Dan hujan yang terasa panjang. Seseorang merindukan pulang. Pada ibunya. Ingin kembali berbaring di kasur masa kecilnya, membayangkan wajah entah siapa. Dingin. Malam yang sampai di pedalaman kenangan. Kesendirian yang tak terpecahkan. Continue reading “PENANTIAN DAN HUJAN YANG PANJANG”

SERONG

Taufiq Wr. Hidayat *

Borges menulis fiksi yang cerdik mengelabuhi fakta, mengecoh sejarah dengan usil dan jenaka. Bagi Borges, aib sejarah bukan perbuatan tidak senonoh. Melainkan perilaku menyimpang “orang suci” dari nilai yang diperjuangkannya. Suatu pengkhianatan. Orang yang membela kesucian agama, lalu berbuat serong, maka ia telah berkhianat pada kesucian agama yang dibelanya dan menipu sejarah. Continue reading “SERONG”

Bahasa »