CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (3)

: Genealogi Sosial

Djoko Saryono

Salah satu hal menarik di dalam teks-teks novel Indonesia yang adalah citra asal-usul sosial perempuan Indonesia sebagai unsur citra sosok perempuan Indonesia. Teks-teks novel Indonesia yang pernah saya baca tampak secara kuat dan menonjol merepresentasikan citra asal-usul sosial perempuan Indonesia. Citra asal-usul sosial perempuan Indonesia di sini berkenaan dengan kedudukan dan golongan sosial perempuan Indonesia. Continue reading “CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (3)”

CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (2)

Djoko Saryono

Sastra Indonesia khususnya novel Indonesia modern juga telah dan tetap menjadi teks wacana yang difungsikan sebagai wahana dan wujud ekspresi, eksternalisasi, dan integrasi hayatan, renungan, ingatan, pikiran, gagasan, dan pandangan tentang perempuan Indonesia. Sitti Nurbaya dalam novel Sitti Nurbaya karya Marah Rusli, Maria dan Tuti dalam novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana, Sukartini dan Rochayah dalam novel Belenggu karya Armijn Pane, Nyai Ontosoroh dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, Continue reading “CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (2)”

CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (1)

Djoko Saryono

Citra (image) adalah gambar atau gambaran mental. Secara teknis, citra berarti gambaran mental yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang tentang sesuatu. Sesuatu di sini dapat berupa manusia, masyarakat, organisasi, barang, dan lain-lain. Sebagai contoh, citra barang-barang konsumtif adalah gambaran mental yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang tentang barang-barang kon¬sumtif, antara lain busana, kosmetika, dan penganan (snack) di pusat jajanan (food centre). Continue reading “CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (1)”

Mengapa Gaji Editor di Indonesia Menyedihkan?

Safar Nurhan *

Menjadi editor tak pernah terpikirkan dalam hidup saya di Banggai Laut, Sulawesi Tengah, mendapat lembar-lembar uang (bukan puing emas) dari kerja mengedit naskah.

Saat kecil, saya seperti anak pada umumnya yang bercita-cita kalau besar nanti akan menjadi polisi, guru, atau tenaga kesehatan (baca: profesi yang memakai pakaian seragam). Continue reading “Mengapa Gaji Editor di Indonesia Menyedihkan?”

Bahasa »