: Sastrawan Perempuan Terpingit dalam Sejarah Sastra Indonesia?
Djoko Saryono *
Kalau kita tarik mundur berdasarkan kemelayuan, embrio sastra Indonesia sudah tampak jelas pada paruh kedua Abad XIX. Bisa dikatakan bahwa pada akhir Abad XIX sudah publikasi karya sastra berupa cerpen, roman [novel], dan puisi yang bercitra dan bersemangat Indonesia atau minimal bisa diidentifikasi telah membayangkan keindonesiaan. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (20)”


