Maman S. Mahayana *
Kekuasaan cenderung korup, begitulah pemeo orang bijak yang memandang kekuasaan sebagai sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan, sekaligus juga keburukan. Di tangan orang yang telengas, kekuasaan dapat menghancurkan kemanusiaan. Sebaliknya, di tangan orang bijak, sangat mungkin ia memancarkan kemaslahatan dan kebaikan bagi masyarakat. Sesungguhnya, kekuasaan seperti sebuah garis tipis yang berada di perbatasan kebaikan dan keburukan. Sekali waktu, ia lantang meneriakkan keadilan dan kebenaran. Dalam waktu yang lain, boleh jadi ia tergelincir, melukai dan menzalimi manusia lain. Jadi, sangat mungkin ia bolak-balik berada dalam kebaikan dan keburukan. Continue reading “ANTARA CINTA, KEKUASAAN, DAN MARWAH”