NOVEL SEJARAH: KANTRING GENJER-GENJER

[dari kitab kuning sampai komunis]
Hak Cipta pada penerbit PUstaka puJAngga
Teguh Winarsho AS*

PENGANTAR: KEPADA PECANDU NOVEL
Nurel Javissyarqi*

Kantring Genjer-genjer, karya novelis Teguh Winarsho AS. Saya tidak membaca manuskripnya secara keseluruhan. Alasan pengantar, pertama; berangkat dari sini, kita menyimak secara bareng-bareng mengenai kelahiran gagasan anak manusia, sebab rasa mendahului itu, terkadang mencipta kesombongan lain, dalam ruang persidangan pembaca. Kedua; di jaman sekarang, tidaklah laku penilaian, apalagi sekadar pemanis buatan. Ketiga: pembaca tentunya lebih tahu diri. Continue reading “NOVEL SEJARAH: KANTRING GENJER-GENJER”

SASTRA PERLAWANAN TERHADAP LUPA

Kajian atas DAZEDLOVE karya Rodli TL
Haris del Hakim*

Pengantar
Saya tidak mungkin menjelaskan atau menafsirkan bagaimana isi novel Dazedlove secara keseluruhan. Saya tidak ingin menciptakan satu asumsi tertentu sebelum pembaca membaca novel ini. Karena itu, saya hanya memberikan catatan-catatan yang saya anggap perlu dan menarik bagi saya. Anda pasti memiliki rasa tertarik yang berbeda dari saya dan tidak mungkin saya memaksakan ketertarikan saya kepada Anda, kecuali saya hanya merekomendasikan novel ini sangat penting yang mana nilai pentingnya akan saya jelaskan kemudian. Continue reading “SASTRA PERLAWANAN TERHADAP LUPA”

Apologia, Absurditas dan Puisi

Mashuri

Abad ini tidak hanya berada di akhir gagasan tentang puisi. Dunia imaji sudah terbelah dan jumbuh dengan realitas yang terfiksikan; dan ide-ide tentang bahasa semakin rapuh dan jauh dari proyeksi kreatif. Dalam kondisi hiperrealitas dan dunia dengan citra yang direkayasa, diperlukan upaya kreatif yang subversif untuk mengoyak kebuntuan itu. Salah satunya adalah dengan menembus batas, dan meradikalkan konsep tradisi dan pembaruan dalam titik yang paling ekstrim. Continue reading “Apologia, Absurditas dan Puisi”