Haji Ibrahim

Asarpin

Cerita tentang haji adalah cerita pengorbanan Ibrahim dan keluarganya. Dalam kitab suci dikisahkan bagaimana Tuhan menguji keteguhan Ibrahim dan keluarganya. Ketika di Ur, Ibrahim berhadapan dengan lidah api Naram-Sin. Saat berada di Haran, Ibrahim diminta untuk segera meninggalkan ayahnya. Ketika di Mesir, saat Firaun mengambil Sarah, ia pun mendapat ujian. Demikian pula ketika ia di Palestina dan di Mekkah saat ia membangun ”Rumah Allah” (Ka’bah). Continue reading “Haji Ibrahim”

Bangsa jadi Bangsat!

Asarpin

Saya baru tahu kalau tiga proyek yang terdapat dalam teks Sumpah Pemuda 1928 itu terdapat tiga tingkatan nasionalisme: nasionalisme bangsa, nasionalisme tanah air dan nasionalisme bahasa. Di sana terjawab sudah persoalan mendasar: apakah mungkin terbentuknya suatu bangsa, maka jawabnya sangat mungkin dibentuk bangsa itu. Kalau pertanyaannya apakah tanah air diingini maka para pemuda menjawab bahwa satu nusa itu diingini. Kalau pertanyaannya apakah satu bahasa nasional itu diperlukan, jawabannya memang diperlukan. Continue reading “Bangsa jadi Bangsat!”

Takdir Sang Adonis

Asarpin

Hidup punya takdirnya sendiri. Dan takdir juga punya ceritanya sendiri.

Pada suatu hari di bawah langit malam, aku berjalan ke negeri mimpi. Di sana aku berjumpa dengan nujuman lama Babilonia, tentang sosok Dewa muda yang tampan bernama Adonis. Riwayat mencatat: Adonis tumbuh menjadi remaja yang cemas memikirkan nasib negerinya yang tak maju-maju. Sejak itu ia banyak merenung dan melontarkan ide-ide yang segar tentang masa depan kehidupan. Pikiran-pikirannya tampak aneh dan asing. Bahkan tak jarang ia menyulut polemik di antara para Dewa lantaran pendapat-pendapatnya dianggap lebih “maju” dari rekan-rekannya. Continue reading “Takdir Sang Adonis”

Islam yang Puitis

Asarpin

Ketimbang mendiskusi Islam Protestan, Islam Katolik, Islam Post-Tradisionalisme, agaknya yang lebih relevan sekarang adalah bagaimana merumuskan pandangan fikih tentang puisi dan kemungkinan untuk menggagas Islam puisi, yaitu Islam yang tidak marah.

Dengan Islam Puisi, saya membayangkan kitab suci, dogma dan syariat bisa dipahami secara puitis. Bukankah bahasa Kitab Suci sesungguhnya adalah puitis? Continue reading “Islam yang Puitis”

Bahasa »