Sekolah, Rumah

Asarpin

Merosotnya kesadaran kita tentang alam dan lingkungan tidak hanya tercermin pada perubahan yang terjadi di lingkungan sekolah, tapi juga di lingkungan rumah kita. Jika dulu kita memagari sumur di halaman atau di samping rumah kita cukup dengan tanaman yang rindang, kini semua telah berubah menjadi pagar beton. Jika atap sumur cukup dengan ilalang atau daun-daun, kini mesti pakai seng, asbes atau genteng. Belum lagi perubahan mental para pekerja yang menebang pohon di sepanjang jalan untuk memanasi aspal yang diperlukan untuk memperbaiki jalan yang sedang dibangun. Baca selengkapnya “Sekolah, Rumah”

Mudik Primordial

Asarpin

Jutaan orang kini mempertaruhkan hidupnya di kota. Dan jutaan pula yang kembali ke kampung asal ketika menjelang Lebaran. Sebagian besar pulang karena kemauan sendiri, rindu sanak keluarga dan rumah tempat dia dilahirkan. Sebagian karena ada yang diminta oleh keluarganya untuk pulang atau kembali, berkumpul bersama-sama sambil merayakan hari raya Idul Fitri dengan suka cita. Baca selengkapnya “Mudik Primordial”