Misteri Kreativitas (Buat Hikmat Gumelar)

Beni Setia *
Pikiran Rakyat, 31 Mei 2008

SEDULUR Hikmat Gumelar, esaimu di Khazanah “Perihal Kelas Menulis”, (19/4), membuatku bimbang. Itu sebuah model penyampaian gagasan yang amat aneh karena menekankan suasana untuk menjelaskan sesuatu yang sangat sublim subjektif kepada orang yang hidup dengan waktu, yang selalu berpacu supaya punya sedikit waktu untuk sekadar hadir sebagai subjek dalam ruang. Padahal menulis, seperti memancing yang kini jadi pilihan estetik menjadi eksistensi utuh di tengah alam perawan Sukaratu model Syaeful Badar, itu memasuki ruang di mana waktu mati dan berpacu dengan waktu raib. Continue reading “Misteri Kreativitas (Buat Hikmat Gumelar)”

Lagu Tanglung Ungu

Beni Setia
Jawa Pos, 12 Feb 2012

GAMBIR tinggi di awang-awang. Orang datang dan pergi di antara jalur rel-rel yang bersirentang mendatangkan serta mesilalukan derap, yang sesaat berhenti untuk memuntahkan yang bersigegas turun atau menyedot orang-orang yang menekah naik. Dan di pagi itu: Aku menggeliat dari pegal, memilih kursi serta merokok—tidak peduli akan ancaman si perda anti- merokok sembarangan DKI Jakarta, karena inti perda itu bukan cuma melarang orang merokok, Continue reading “Lagu Tanglung Ungu”

Berenergi Dramaturgi Wayang

Beni Setia *
suarakarya-online.com

KUMPULAN puisi terbaru Tjahjono Widijanto (TW), Janturan (Jakarta, Spirit Management, 2011), terdiri dari tiga bagian: Janturan, Bayang-bayang, serta Lurung. Terma janturan itu sendiri diterangkan TW, di dalam prolog yang ditulisnya sendiri, sebagai bagian dari dramaturgi pementasan wayang (Jawa), sesuatu yang diterimanya sebagai nina bobo pengantar tidur dari sang bapak yang kebetulan guru bahasa Jawa di SPG di Ngawi. Continue reading “Berenergi Dramaturgi Wayang”

Obsesi Seksual Sangkuriang

Beni Setia *
Lampung Post, 22 Jan 2012

LEGENDA Sangkuriang terkadang hanya dirujukkan pada fakta ruang (gunung) Tangkuban Parahu—selain Burangrang dan Patuha—, lantas (Sungai) Citarum, danau purba Bandung yang surut, dan Sanghyang Tikoro. Titik di Rajamandala, di mana air mengabrasi lapisan lahar dingin pembendung Citarum, dan jadi terowongan liar yang mengeringkan danau purba Bandung. Fakta sanksi etis dari pelampiasan seksualitas di luar ritual pernikahan diabaikan, dan karenanya banyak pihak melupakan inti ajaran konvensional untuk menahan diri liar melampiaskan obsesi seksual. Continue reading “Obsesi Seksual Sangkuriang”

Bahasa »