MELAMPAUI MULTIKULTURALISME

: MENEROKA WATAK DIVERSITAS KESENIAN DI JAWA TIMUR

Djoko Saryono *

Tulisan ini dimaksudkan sebagai pemantik perbincangan tentang kesenian di Provinsi Jawa Timur yang betapa luas spektrum tema, bermacam-macam isi, dan beraneka penghampirannya sebagai realitas budaya dalam perspektif holistik. Dalam perspektif holistik budaya, kesenian dapat diperlakukan sebagai realitas simbolis (mentifact), realitas sosial (sociofact), dan material (artefact) karena secara holistik budaya mencakupi lapis simbolis, sosial, dan material yang bertali-temali dengan matra-matra kehidupan lainnya. Continue reading “MELAMPAUI MULTIKULTURALISME”

PENGEMBANGAN BUDAYA MATARAMAN DI JAWA TIMUR

Djoko Saryono *

Budaya Jawa varian Mataraman (selanjutnya disebut budaya Mataraman) berkembang dengan subur di bagian barat Provinsi Jawa Timur terutama di daerah-daerah otonom di bawah naungan Bakorwil Madiun. Tentu saja varian budaya Jawa Mataraman ini perlu dikembangkan selain varian-varian budaya lainnya. Mengapa demikian? Paling tidak ada dua alasan utama. Karena hal ini selaras dengan kecenderungan mutakhir yang menempatkan kebudayaan sebagai modal utama pembangunan bangsa-bangsa dan komunitas-komunitas di dunia. Continue reading “PENGEMBANGAN BUDAYA MATARAMAN DI JAWA TIMUR”

PEMAJUAN BAHASA DAN SASTRA JAWA

Djoko Saryono *

Anton Wahyudi bersama Bonari Nabonenar (dalam mimpi saya) mencecarkan pertanyaan ihwal pemajuan bahasa dan sastra Jawa. Pemajuan bahasa dan sastra Jawa di sini — menurut Tjahjono Widijanto dan Aming Aminoedhin — bersangkutan dengan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra Jawa. Dalam lelap tidur penuh mimpi saya, keempat penggelut sekaligus punggawa bahasa dan sastra Jawa di Provinsi Jawa Timur tersebut melontarkan pertanyaan menohok. Continue reading “PEMAJUAN BAHASA DAN SASTRA JAWA”

KEKUATAN MASYARAKAT DIAM

Aprinus Salam *

Kekuatan besar dalam suatu negara terletak pada masyarakatnya yang diam, atau memilih diam. Dalam proses sejarah politik dan sosial yang panjang, banyak orang terpaksa belajar diam. Mereka memilih diam karena tidak ingin ada kegaduhan yang tidak penting.

Lebih dari itu, mereka memilih diam karena mereka memiliki pendapat sendiri, sesuai dengan proses negosiasi yang ada dalam ruang kesadaran diri dan pikiran mereka masing-masing. Continue reading “KEKUATAN MASYARAKAT DIAM”

Bahasa ยป