Posted by PuJa on September 16, 2011
Maman S Mahayana * http://mahayana-mahadewa.com/ Pembuka Kata Perbincangan tentang “Ruh dan Ideologi Puisi Nusantara” ibarat pencarian jalan pulang dalam sebuah rimba-raya yang luas, penuh belukar, dan unik; khas. Perbincangan itu tidak sekadar upaya “menemukan” kembali masa lalu yang belum terang, mungkin agak gelap, dan boleh jadi juga sesat, tetapi punya posisi penting sebagai tindak meretas [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Asarpin * Pada masa lalu, selain muncul para ilmuwan, juga diramaikan oleh kehadiran kaum sufi. Kita dapat menelusuri dalam lembaran teks kesusastraan sufistik di dunia daratan India, Persia, Arab, dan Indonesia. Amir Hamzah dalam salah satu esainya di tahun 1930-an yang bertajuk Kesusasteraan, yang dimuat dalam buku Esai dan Prosa (Dian Rakyat, 1982), secara sangat [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Hardi Hamzah* Lampung Post, 13 Juni 20007 APA yang dikemukakan oleh Dr. Soedjatmoko (1986) tentang pembangunan dan pembebasan bagi sosok manusia, sesungguhnya mengandung makna kebudayaan. Pembangunan, ujar Soedjatmoko, sangat erat kaitannya dengan proses perubahan manusia dalam dimensi kebudayaan. Sementara pembebasan dalam konteks kemanusiaan dilihat Bung Koko sebagai pisau analisis untuk suatu interaksi dalam konteks akulturasi [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 15, 2011
M. Bambang Pranowo http://www.lampungpost.com/ KEDEKATAN dengan dunia mistis adalah salah satu ciri khas orang Jawa. Dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, orang Jawa menilai suatu kejadian dari aspek mistis. Kenapa gunung Merapi meletus, kenapa gelombang laut Kidul amat besar, semuanya dikaitkan dengan dunia mistis. Itulah sebabnya Niels Mulder dalam bukunya, Mysticism and Everyday Life in Contemporary Java [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 13, 2011
Anjrah Lelono Broto http://www.pelita.or.id/ Manusia secara hakekat adalah homo socius, sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan manusia lain dalam hidup dan berkehidupan. Guna membangun ikatan hubungan dengan manusia lain, manusia mengembangkan sistem kemasyarakatan yang mengikat secara konvensional manusia-manusia yang ada di dalamnya.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 5, 2011
Henry Susanto http://www.lampungpost.com/ Alkisah, Samaratungga sebagai raja ke-7 dari Kerajaan Mataram Kuno (Dinasti Sanjaya) mempunyai dua orang anak, yang pertama seorang putri bernama Pramodya Wardani, sedangkan yang kedua seorang putra yang bernama Rakai Pikatan. KETIKA beranjak dewasa, dikabarkan bahwa Rakai Pikatan mempunyai banyak guru Hindu dan akhirnya menjadi pemeluk Hindu. Sedangkan kakak Rakai Pikatan, yaitu [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Henry Susanto http://www.lampungpost.com/ Mungkinlah Sekala adalah Sriwijaya? Mungkinkah Siger replika Borobudur? Mungkinkah Siger mahkota Pramodya Wardani? Bagaimanakah kemungkinan sejarahnya? KISAH ini dimulai dari sejarah migrasi orang-orang dari negeri Hindustan (India) menyebar ke Nusantara yang terjadi ketika meletus perang besar Hindu-Buddha di daerah tersebut pada sekitar 100 tahun SM.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 4, 2011
Waskiti G Sasongko http://senimana.com/ 3 Juni 1953, Agus Salim dan Sri Paku Alam beserta rombongan duta besar Indonesia mendapat tugas dari Soekarno untuk menghadiri upacara penobatan Ratu Elizabeth II. Di tengah-tengah jamuan serimoni agung tersebut Agus Salim menyalakan sebatang kreteknya, menghisapnya dalam-dalam dan menghembuskan keluar kuat-kuat. Pangeran Duke of Endiburgh, sang suami Ratu Elizabeth itu, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 3, 2011
Zacky Khairul Umam* Media Indonesia, 25 Okt 2007 Bangsa kita sulit menjadi ‘tuan’ di rumah sendiri. Sadar atau tidak sadar, kita bukan lagi ‘pemilik’ dan ‘penentu’ nasib bangsa ke depan jika rasa handarbeni atau kepemilikan atas sumber daya alam dan kultur hilang perlahan-lahan. Rasanya, saking kayanya potensi segala sumber daya di negeri ini, segalanya dibiarkan [...]
Filed under: Canting