Posted by PuJa on September 9, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=586 Sebelum menyusuri puisi Nietzsche yang bertitel “Kesepian” dari buku “Malam Biru Di Berlin,” terjemahan Berthold Damshäuser dan Ramadhan K.H. 1989. Terlebih dahulu, aku kan kembarai kesanku padanya. Setidaknya aku punya dua buku karangannya yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Jilidannya telah rusak, yang aku rekatkan dengan memaku, tidak menggunakan lem perekat. Demikian [...]
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on August 31, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=501 Setiap penyair mempunyai pamor tersendiri, memancarkan kharisma masing-masing, menebarkan daya pikat sekuat pencariannya menyetubuhi hidup dalam kehidupan. Mereka berjenis-jenis burung mengisi hutan belantara, memadu kicauan, kadang berbentur saing, demi telinga yang menyusuri tapakan sunyi, menuju dataran tinggi kesaksian.
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on August 15, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=494 Pada buku “Les Français et I’Indonésie du XVIe au Xxe siécle” yang disusun Bernard Dorléans menyebutkan, di dalam catatannya Debussy menuliskan: “Jika anda mendengar alunan gending Jawa dengan telinga Eropa yang normal, anda harus mengakui ialah musik kita tak lebih daripada sekadar bunyi-bunyi dasar sirkus keliling.” Dan menurut profesor lajang sampai akhir [...]
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on August 11, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=497 Ada sajak ditulis sederhana, tapi masih menawan digali kandungannya. Ada megah serta purna penggarapannya, sampai pesonakan mata-telinga. Tentu terketahui, dikala hari-hari diisi senandung puja nada puisi. Tampak benar penggalian atau sekadar asal comot dari para pendahulu. Kentara pula penggurat pengekor, penjiplak atau berangkat memeras daya hidupnya, demi menelusuri di atas sejarah kehidupan.
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on July 25, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=480 Aku tak pernah mengukur suhu tubuhku dengan alat ukur. Namun dapatlah terasa, sebab telah akrab membawaku kemana pun pergi. Hampir beberapa hari ini aku tidak menulis, hanya perbaiki tulisan lama yang belum tegak berkaki-kaki kefitrohan sebagai hasil cipta. Betapa kejiwaan tiada lepas kondisi badan, pun tidak bisa diabaikan jalinan pencernaan, yang membentuk [...]
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on June 10, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=476 WAKTU Ludwig Tieck Dia ngembara dalam lingkaran abadi dan sama, Sang waktu, menurut caranya yang lama, Atas perjalanannya, tuli dan buta; Anak manusia yang tak malu-malu Mengharap dari saat yang datang senantiasa
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on May 30, 2010
Nurel Javissyarqi BAMBU JEPANG Tahun lalu di halaman kutanam bambu serumpun Sekarang tumbuh dalam hatiku daunnya merimbun *** I Pohon bambu depan rumah mengusik hatiku setiap waktu. Ketika malam tiba, dedaunannya berbisik ke telinga.
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on May 24, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=464 Ruh puisi sebelum dituangkan penyairnya, masih mengawang di langit-langit bathin penciptaan. Betapa menggumuli cahaya rasa itu amat payah. Laksana air direbus di atas tungku dengan nyala api keabadian. Mematangkan zat-zat pengalaman hingga tiada bakteri tersisa. Dari sana hadir kejelasan awal, tersugesti jiwanya sendiri demi memuntahkan gejolak terkandung lama. Sekelahiran musti, sesudah rindu [...]
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on May 23, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=486 Basoeki Abdullah lahir di Surakarta, Jawa Tengah 25 Januari 1915 – meninggal 5 November 1993. Maestro seni lukis naturalis-realis Indonesia. Pelukis resmi Istana Merdeka, karya-karyanya menghiasi ruang kepresidenan dan dikoleksi diberbagai penjuru dunia. Bakat dari sang ayah Abdullah Suryosubro, pelukis juga penari. Kakeknya tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional 1900-an, Doktor Wahidin Sudirohusodo. Sejak [...]
Filed under: Cangel