Perjuangan Seorang Perempuan

Mustafa Ismail
http://www.korantempo.com/

Cerita menjadi eksotik karena berlangsung di dunia pesantren.

Ini persoalan perempuan. Perempuan Berkalung Sorban bercerita tentang Annisa (Revalina S. Temat) yang berjuang untuk keluar dari “ketertutupan” pesantren, tempat ia dilahirkan. Annisa adalah anak Kiai Hanan (Joshua Pandelaky), pimpinan Pesantren Salafiah putri Al Huda, Jawa Timur, yang konservatif.

Kiai Hanan berprinsip: perempuan tidak berhak menjadi pemimpin. Maka, ketika Annisa kecil terpilih sebagai ketua kelas di pesantren itu, pengajarnya lebih memilih menunjuk anak laki-laki yang mendapat perolehan suara di urutan kedua. Begitu pula ketika Annisa ingin melanjutkan kuliah di Yogyakarta, sang ayah juga melarang. Continue reading “Perjuangan Seorang Perempuan”

Ratna Indraswari Ibrahim, Menantang Keterbatasan Lewat Karya

Adeste Adipriyanti
http://www.mediaindonesia.com/

RATNA Indaswari Ibrahim adalah seorang sastrawan produktif yang telah menelurkan sepuluh buku dan sekitar 400 cerpen. Apa yang membuatnya istimewa? Karya-karyanya lahir dalam sebuah keterbatasan. Ratna kecil harus menerima kenyataan bahwa penyakit rachitis menyerang tubuhnya. Saat itu usianya baru sepuluh tahun, ia kemudian lumpuh. Tak bisa lagi menggerakkan tangan dan kakinya yang mengecil. Bahkan ia tidak bisa mengetik karya-karyanya sendiri. Hidupnya harus bersandar pada bantuan orang lain dan kursi roda. Namun semangatnya membaja dan daya juangnya tidak memberi ruang untuk menyerah. Continue reading “Ratna Indraswari Ibrahim, Menantang Keterbatasan Lewat Karya”

Ana Maria Matute, Penulis Terbaik Spanyol Pasca Perang Sipil

Yulia Permata Sari
mediaindonesia.com

DI usianya yang senja, novelis Spanyol Ana Maria Matute berhasil memenangkan Cervantes Prize, sebuah kehormatan sastra tertinggi di dunia untuk karya berbahasa Spanyol, belum lama ini. Penulis berusia 85 tahun itu, dianggap sebagai salah satu penulis terbaik Spanyol pasca-Perang Sipil, dengan karya-karya yang sering berpusat pada konflik.

Matute adalah perempuan ketiga yang berhasil menyabet penghargaan itu sejak diciptakan pada 1974. Maria Zambrano asal Spanyol dahulu menerima penghargaan itu pada 1988, disusul oleh penulis Kuba Dulce Maria Loynaz pada 1992. Continue reading “Ana Maria Matute, Penulis Terbaik Spanyol Pasca Perang Sipil”

Janet de Neefe, Pencetus Ubud Writers and Readers Festival

Sem Purba
http://www.mediaindonesia.com/

JANET DE NEEFE pertama kali tiba di Ubud, Bali, pada 1974. Cinta yang bersemi pada pandangan pertama membawa petualangan seumur hidup kepada perempuan asal Australia ini.

Pagi itu Bukit Campuhan, Ubud, tampak sangat hijau. Asri dan bersemangat. Tampak rerumputan tinggi yang menyelimuti bukit menari-nari mengikuti koreografi mata angin. Suara burung pipit terdengar dari persawahan yang menguning di dekatnya. Walau awan putih memblokade sinar matahari, hari itu sangat cerah. Continue reading “Janet de Neefe, Pencetus Ubud Writers and Readers Festival”

Lembaran-lembaran Lepas Fatah Yasin Noor

Fatah Yasin Noor

Lembaran 1

Secara tradisional, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Banyuwangi telah ditegaskan dengan endhog-endhogan. Bentuk ektualisasi kecintaan pada Rasulullah itu dianggap memiliki kekhasan, unik, sekaligus kreatif. Ada pandangan keagamaan yang diselaraskan oleh sebentuk upacara ritual yang telah ada sejak lama. Acara endhog-endhogan, bagi masyarakat tradisional Banyuwangi, seperti sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan setiap tahun, setiap memperingati Maulid Nabi. Tradisi endhog-endhogan itu sudah mengakar, yang akhirnya jadi bahasa budaya yang selalu melekat. Maulid dan endhog-endhogan tak bisa dipisahkan. Continue reading “Lembaran-lembaran Lepas Fatah Yasin Noor”

Bahasa ยป