Beberapa Rencana Bunuh Diri

Aris Kurniawan
http://www.lampungpost.com/

Dia membaca petunjuk di selebaran itu. Manggut-manggut. Melipatnya, lantas memasukannya ke dalam saku jaket. Tapi segera dirogohnya kembali, dibuka, dan dibaca lagi. Beberapa kali. Meraba tengkuknya. Sesuatu yang dingin bagai menjalar melewati punggungnya. Dia berjalan tergesa memasuki mal dengan pandangan lurus ke depan. Bunuh diri. Ide itu menghantuinya sejak beberapa pekan terakhir. Membuat tidurnya gelisah. Hasrat yang menggebu kerap memang mengganggu tidur. Keinginan menunaikan ide yang cukup menarik. Dia merasa tertantang. Continue reading “Beberapa Rencana Bunuh Diri”

Pemakaman

Faisal Syahreza
http://www.lampungpost.com/

NINA tak menyadari siang itu tak hanya dia sendiri sebagai perempuan yang menangisi jasad suaminya saat dikebumikan. Ibu suaminya yang sekaligus mertua Nina, malah bukan lagi menangis. Beberapa jam lalu sudah pingsan tak sadarkan diri. Juga seseorang di balik pohon kersen yang rimbun daunnya meneduhkan. Tak jauh dari upacara pemakaman, seorang perempuan menumpahkan air mata tak kalah hebat dari Nina dan mertuanya. Gadis mempunyai wajah yang manis dengan lesung pipi serta senyuman yang indah. Perempuan itu bernama Rengganis. Continue reading “Pemakaman”

Sebuah Rahasia dari Lilin Buatan Ibu dan Kisah Gelap

F. Moses
http://www.lampungpost.com/

KATA Ibu, ini lilin lain dari yang lain. Tak seperti terjual di warung-warung umumnya, kecuali bentuknya yang sama. Kelak kamu tahu ini bukan sembarang lilin, sebab tak akan habis saat kamu mulai membakarnya. Melumer tapi tak bisa habis. Bukan lantaran bentuknya jauh lebih besar dari umum, melainkan memang kualitas lilin ini yang luar biasa. Continue reading “Sebuah Rahasia dari Lilin Buatan Ibu dan Kisah Gelap”

Pangeran Air

Hary B. Kori’un
http://www.lampungpost.com/

AKU tahu, kau suka gerimis. Hujan yang tak terlalu deras. Kau pernah mengatakan itu bertahun-tahun lalu ketika kita kedinginan setelah hujan membasahkan kita.

“Aku lahir dari hujan,” katamu. “Dalam tubuhku mengalir segala air…”

“Apakah setiap hujan melahirkan orang-orang sepertimu? Aku ingin dilahirkan lebih banyak, biar setiap diriku itu bertemu dengan dirimu yang lain itu…,” kataku. Continue reading “Pangeran Air”

Matinya Penjual Bubur Ayam

Hendry Ch Bangun
http://www.suarakarya-online.com/

SAMA sekali tidak ada yang menyangka Tatang mengambil tindakan yang dilarang Allah, bunuh diri. Lagipula tampaknya tidak ada alasan kuat pemuda berusia 30 tahunan itu harus mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun serangga. Tetangganya di daerah Jakarta Barat bahkan hampir tak percaya ketika Saman, yang bersebelahan di rumah kos-kosan dekat pasar itu berteriak-teriak sehabis subuh. Continue reading “Matinya Penjual Bubur Ayam”

Bahasa ยป