Negeri Batu

Indrian Koto
jawapos.com

Melewati tempat ini, aku kembali dibangkitkan pada ingatan ganjil tentangmu. Aku merasa, nyaris seluruh peristiwa kita tertinggal di selingkaran candi-candi hitam nan sunyi. Barangkali, kerinduan memang memberikan tempat terbanyak untuk peristiwa dan kenangan. Seperti aku kini merasakan semuanya serupa batu hitam yang terukir di antara candi-candi retak. Continue reading “Negeri Batu”

Cinta yang Dibungkus Kafan

Ahmad Syam
http://www.lampungpost.com/

Rosdiah memang pantas membuat setiap lelaki Desa Sattu tergila-gila. Rosdiah, tidak sebagaimana pada umumnya gadis-gadis lain di desa tersebut, kulitnya putih bersih. Wajahnya bundar persis bulan purnama yang sempurna. Jika sedang malu, terlihat tanda kemerah-merahan di pipinya.

Matanya akan berbinar-binar seperti bintang-gemintang bila diajak bicara. Itu menciptakan kesan bahwa di dasar matanya tersebut terdapat telaga keriangan. Continue reading “Cinta yang Dibungkus Kafan”

Kemudian Saat Kau Katakan

Sutan Iwan Soekri Munaf
sinarharapan.co.id

Kemudian saat kau katakan cinta, aku percaya saja. Malam itu terasa berbunga-bunga, yang aromanya menyebar ke setiap sudut di kafe Dago Pakar. Bahkan aroma rumput yang membasahi hujan sore itu, sama sekali tak terasa. Apalagi cahaya bulan hampir penuh purnama semakin menambah denyar darah dalam nadiku berdenyut kencang. Dan remasan jemarimu pada jemariku terasa hangat. Continue reading “Kemudian Saat Kau Katakan”

Impian yang Tertunda

Dodiek Adyttya Dwiwanto
oase.kompas.com

Ibu sakit keras. Ayah juga. Cepat pulang segera!
Sederetan kalimat inilah yang terus menerus mengisi inbox ponsel dan e-mail milikku. Konsentrasiku mendadak buyar. Aku tidak bisa lagi menfokuskan diri pada pekerjaan. Berkali-kali foto yang aku ambil tidak lagi menarik. Berkali-kali aku mengirim foto via e-mail kepada redaktur foto dan berkali-kali pula menolaknya lantaran tidak ada nilai beritanya. Continue reading “Impian yang Tertunda”

Bahasa ยป