TES KECAKAPAN MENULIS (1)

Djoko Saryono *

/1/
Menulis sering dipandang sebagai sebuah kegiatan. Sebagai sebuah kegiatan, menulis diperlakukan sebagai kegiatan mengemukakan atau menuangkan gagasan-gagasan, pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, pandangan-pandangan, pendapat-pendapat atau kesan-kesan ke dalam lambang kebahasaan tulis. Kegiatan ini bersangkutan dengan pemakaian ejaan dan tanda baca, diksi dan pemakaian kosa kata, penataan kalimat, pengolahan gagasan atau sejenisnya, dan pengembangan model tulisan. Continue reading “TES KECAKAPAN MENULIS (1)”

MELAMPAUI MULTIKULTURALISME

: MENEROKA WATAK DIVERSITAS KESENIAN DI JAWA TIMUR

Djoko Saryono *

Tulisan ini dimaksudkan sebagai pemantik perbincangan tentang kesenian di Provinsi Jawa Timur yang betapa luas spektrum tema, bermacam-macam isi, dan beraneka penghampirannya sebagai realitas budaya dalam perspektif holistik. Dalam perspektif holistik budaya, kesenian dapat diperlakukan sebagai realitas simbolis (mentifact), realitas sosial (sociofact), dan material (artefact) karena secara holistik budaya mencakupi lapis simbolis, sosial, dan material yang bertali-temali dengan matra-matra kehidupan lainnya. Continue reading “MELAMPAUI MULTIKULTURALISME”

CERITA, PEMBIMBING DISERTASI, DAN KEBEKUAN NILAI JAWA

Djoko Saryono *

/1/
Bertahun-tahun kemudian baru kusadari, mengapa pesan, nasihat, nilai, dan ajaran moral atau malah kultural dan keagamaan disampaikan melalui cerita. Kekuatan cerita atau kisah begitu luar biasa dalam diri manusia dibandingkan dengan angka-angka statistik dan infografis indah menawan. Dibandingkan angka-angka statistik dan infografis indah menawan, sesungguhnya cerita (storytelling, narrative) yang baik lebih efektif memperkuat ingatan seseorang atau sekelompok orang. Di samping itu, juga lebih efektif menghunjamkan dan menyebarkan pengetahuan-pengetahuan tersembunyi (tacit knowledge). Continue reading “CERITA, PEMBIMBING DISERTASI, DAN KEBEKUAN NILAI JAWA”

Bahasa ยป