Mutu Karya Sastra Sumbar 30 Tahun Terakhir

Darman Moenir

Satu,
TEMA Menyoal Kebermutuan Karya Sastra Sumatera Barat membingungkan. Apalagi, lebih khusus, judul Mutu Karya Sastra Sumatera Barat 30 Tahun Terakhir.

Adakah karya sastra Sumatera Barat? Saya lebih tertarik menyebut karya sastra Indonesia, ditulis dalam bahasa Indonesia, oleh sastrawan yang berasal dari Sumatera Barat atau Minangkabau. Sumatera Barat jadi risalah ketata-negaraan, dan Minangkabau adalah masalah etnik(al). Chairil Anwar adalah penyair besar dan penting Indonesia biarpun dia berasal dari Taeh Baruah, Payokumbuah. Begitu juga Abdoel Moeis, novelis modern sastra Indonesia, lahir di Sungai Pua, Agam. Continue reading “Mutu Karya Sastra Sumbar 30 Tahun Terakhir”

Membaca Realitas Sosial di Indonesia Melalui Sastra Diaspora

Badaruddin Amir

Terbitnya buku kumpulan Cerpen Mini Yin Hua terjemahan Wilson Tjandinegara (KSI, 1999) yang diluncurkan pada HUT KSI (Komunitas Sastra Indonesia) yang ke-3 pada 31 Oktober 1999 di TIM Jakarta, dapat dikatakan semakin memperjelas posisi kehadiran para sastrawan keturunan Tionghoa di tengah konstelasi sastra Indonesia modern saat ini. Continue reading “Membaca Realitas Sosial di Indonesia Melalui Sastra Diaspora”

Berawal dari Membaca dan Menulis Sajak

Abdul Salam HS
rumahdunia.org

Sebelum menulis cerpen, esai, naskah drama, dan novel, Iwan Simatupang memulai menulis dengan menulis sajak. Walaupun sajak-sajak yang ditulisnya tidak begitu terkenal, karena Iwan tidak begitu produktif menulis sajak, dan sampai akhirhayatnya Iwan tidak pernah membukukan sajak-sajaknya tersebut. Malahan, yang terkenal sampai saat ini adalah karya novelnya yang berjudul Ziarah. Continue reading “Berawal dari Membaca dan Menulis Sajak”

Kemiskinan Sastra dalam Provinsi Terkaya di Indonesia

Gus Noy
kompasiana.com/gusnoy

Tidak ada penyair dari Kalimantan Timur (Kaltim) dalam pengumuman hasil karya yang terseleksi untuk acara Temu Penyair Nusantara, 5 Juli 2016, di Meulaboh, Aceh Barat, yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Aceh Barat bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh Barat. Sementara dari Kalimantan Selatan (Kalsel) tercantum empat penyair, yaitu Budi Borneo, Fahmi Wahid, Micky Hidayat, dan Rezqie Muhammad Alfajar Atmanegara. Continue reading “Kemiskinan Sastra dalam Provinsi Terkaya di Indonesia”

Bahasa ยป