Kita dan Teori-teori Barat

Budi P. Hatees
analisadaily.com

Dua tokoh sastra di Medan, Damiri Mahmud dan Mihar Harahap, “terhenyak” ucapan Prof. Jan van der Putten ketika berceramah di Universitas Negeri Medan (Unimed). Guru Besar Bahasa dan Kebudayaan Austronesia, Universitas Hamburg, Jerman, ini menyebut sastra kita terasing di luar negeri dalam makalahnya yang berjudul “Tersingkirnya Studi Kebudayaan dan Karya Sastra Indonesia di Luar Negeri”, Continue reading “Kita dan Teori-teori Barat”

Menuhankan Teori Sastra dan Pencitraan Budaya

Mihar Harahap
analisadaily.com

Menarik ceramah ilmiah Prof.Dr. Jan van der Putten, Guru Besar Sastra dan Kebudayaan Austronesia Universitas Hamburg Jerman, di UNIMED, baru-baru ini. Di hadapan budayawan, sastrawan, sarjanawan berbagai perguruan tinggi di Medan dan mahasiswa, dia urai “Tersingkirnya Studi Bahasa dan Karya Sastra Indonesia di Luar Negeri” (Cermin Kegagalan Pemerintah Indonesia? Bagaimana Pemerintah Baru Seharusnya Berbuat). Sayang, judul menarik tak semenarik seminarnya. Continue reading “Menuhankan Teori Sastra dan Pencitraan Budaya”

Sastra dan Pembentukan Nilai Religi

Harun Syafii bin Syam
analisadaily.com

Menilik sastra dan religiusitas memang menuntut para insan agar lebih berhati-hati, sebab tidak semudah apa yang dipikirkan. Religiusitas dalam karya sastra menuntun manusia menghadapi benturan yang begitu hebat karena menyangkut persoalan agama. Sejak saat itu juga religiusitas dalam karya sastra dianggap menjadi persoalan yang teramat kompleks. Mengapa demikian? Karena membahas sastra dan agama merupakan dua hal yang cukup menarik dan menjerumus pada persoalan antara ekspresi jiwa dan keyakinan. Continue reading “Sastra dan Pembentukan Nilai Religi”

Sastra Profetik dalam Lembata sebuah novel

Catatan atas Literature Khatulistiwa Award
Hengky Ola Sura
ophye-mof.blogspot.com

Tulisan ini merupakan apresiasi atas Literature Khatulistiwa Award yang dimenangkan oleh Lembata sebuah novel. Juli 2008 lalu, penerbit Lamalera menerbitkan sebuah novel yang ditulis oleh sastrawan dan jurnalis senior Indonesia, F. Rahardi, dengan judul Lembata. Catatan pengantar dari penerbit menulis, mengapa Lembata dan mengapa sebuah novel? Pertanyaan tersebut sebenarnya menempatkan dimana suara kenabian (profetik) Gereja Katolik yang telah berada di Lembata sudah seabad lebih ternyata belum menunjukan ada perkembangan berarti yang dialami masyarakat Lembata. Continue reading “Sastra Profetik dalam Lembata sebuah novel”

Polemik Sastra Sufistik, Profetik, dan Religius

Resna J Nurkirana
http://resnaje.blogspot.com

Akan menjadi sia-sia ketika kita harus mencari berbagai macam penjelasan untuk kemudian kita jadikan sebagai acuan dalam membuat sebuah pengelompokan atau pendikotomian. Seperti halnya para sufi, mereka tidak lagi mengelompokan seperti apa ahli surga dan seperti apa ahli neraka. Para sufi yang menjalankan ilmu tasawuf akan lebih fokus mencari cara untuk bisa benar-benar mencintai Tuhannya. Continue reading “Polemik Sastra Sufistik, Profetik, dan Religius”

Bahasa »