Refleksi Akhir Tahun Membaca Pembuka Budaya Baru

Matroni el-Moezany
http://cetak.kompas.com/

Kompleksitas budaya: perlu adanya reinterpretasi ulang dengan pelibatan subyek, obyek, dan predikat, bahkan keterangan sekaligus. Sebelum sampai pada interpretasi ke sana, setidaknya dalam ilmu kebudayaan di Indonesia ada dua cara untuk kontemplasi.

Dalam ranah membaca, merasa, dan menghayati kebudayaan, yakni pertama, dengan teori dalam sistematisasi rasional dan filsafat seni budaya. Kedua, Continue reading “Refleksi Akhir Tahun Membaca Pembuka Budaya Baru”

Menggali Mutiara di Antara Politik Estetika

Sastra Indonesia 2007

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Di tengah politik perkubuan sastra, baik yang menyentuh persoalan intrinsik maupun ekstrinsik dari teks sastra atau bahkan mengarah pada kelompok atau sastrawan tertentu, kegemilangan sebuah karya akan terlihat dengan sendirinya.

Lonceng sastra terus digemakan oleh kumpulan puisi, kumpulan cerpen dan novel atau bahkan sebuah esai di lembaran kertas di media cetak maupun bentangan flat dari monitor CPU lewat sebuah situs maupun milis. Continue reading “Menggali Mutiara di Antara Politik Estetika”

MAKNA KEMERDEKAAN DALAM SASTRA

W Haryanto*
http://www.surabayapost.co.id/

Taufiq Ikram Jamil, secara lantang pernah berujar, ?Riau perlu merdeka, karena pusat telah mengekploitasi kekayaan wilayah ini? (dalam diskusi di TIM, 2004), pada saat yang sama, Sutardji Ch Bachri menimpali, ??.yang diperlukan Riau bukan kemerdekaan politik, tetapi sastra Riau yang harus merdeka.? Makna ?merdeka? selalu relevan dan aktual dalam perjalanan budaya kita, bahkan setelah ?nasionalisme? kita mengalami pelbagai kendala, benturan, tafsir, juga deformasi. Continue reading “MAKNA KEMERDEKAAN DALAM SASTRA”

Tiga Jalan Rumi

Ali Pahlevani Rad *
http://www.ruangbaca.com/

Filosof dan penyair sufi Persia terkemuka, Maulana Jalaluddin Balkhi Rumi, dikenal sebagai salah satu humanis terbesar sepanjang masa. Rumi lahir pada tahun 604 Hijriah di Kota Balkh, salah satu kota kecil yang dulu merupakan bagian dari Provinsi Khorasan di Iran dan kini telah menjadi bagian dari Afganistan. Pada masa itu Sultan Mohammad Kharazm Shah menduduki kursi kerajaan Persia, yang daerah kekuasaannya sangat luas, mencakup beberapa negara tetangga Iran. Continue reading “Tiga Jalan Rumi”

Perjalanan Pulang

Idrus F. Shahab
ruangbaca.com

Rumi membela Al Hallaj. Ia membedakan “bentuk” dan “isi”, pengetahuan ma’rifah dan logika biasa. Inilah komposisi yang biasa mengantar sebuah sama atau the whirling dervishes (para darwis berputar-putar). Komposisi sederhana yang tak pernah jelas siapa penulisnya.

Basta-i Qadim atau komposisi kuno bercerita tentang cinta, pengalaman mistis menakjubkan, juga seruling yang istimewa. Seruling buluh yang musiknya hanya bisa menyanyikan perpisahan, mengutarakan kerinduan untuk kembali ke asal. Ya, kerinduan akan rumah, pulang ke habitat semula ke tepian sungai –suatu metafor Sang Pencipta. Continue reading “Perjalanan Pulang”

Bahasa ยป