Perempuan dalam Babad

Bandung Mawardi
http://suaramerdeka.com/

ADA petikan yang membuat gemas atau geram dari Serat Panitisastra mengenai perempuan: mungguh ing estri ingkang pinilih dening wong priya wanodya ingkang agemuh payudarane dadi sukaning kakung (perempuan yang menjadi pilihan pria ialah perempuan dengan payudara montok yang merupakan kegemaran para lelaki). Petikan itu mungkin bisa jadi alasan untuk perdebatan panjang dalam wacana gender dengan mengacu ke kepustakaan Jawa lama. Continue reading “Perempuan dalam Babad”

“Paralogi”: Satu Residu yang Tersisa

Edy A Effendi
Kompas, 21 Maret 2010

Kenyataan sastra hari ini, mau tak mau, harus dilihat dan dipandang dalam prinsip-prinsip paralogi. Satu prinsip atau kaidah yang mendedahkan keberagaman realitas, unsur-unsur, dan ruang permainan dengan logikanya masing-masing, tanpa harus saling menindas atau mengkerangkeng satu dengan yang lain. Para cerdik pandai melihat realitas ini, ibarat permainan catur. Setiap bidak memiliki rule of game dan kehendak sendiri tanpa harus saling menindas bidak-bidak lain. Dalam paralogi, imajinasi merupakan kekuatan atau daya yang penting. Continue reading ““Paralogi”: Satu Residu yang Tersisa”

Budi Darma dan Kritik Sastra Modern

Restoe Prawironegoro Ibrahim
lampungpost.com

Hingga sekarang ini, kritik sastra Indonesia masih banyak menerima dampratan. Baik dari para kritisi sendiri maupun budayawan. Dan dampratan itu selalu menonjolkan, meskipun dengan segala argumentasi yang kadang masih harus di pertanggungjawabkan kebenarannya.

YA, itulah kondisi sastra Indonesia. Tak ubahnya seperti kata orang; “Sastra merupakan dunia jungkir balik”, demikian yang tertulis dalam buku Solilokui, karya Budi Darma. Continue reading “Budi Darma dan Kritik Sastra Modern”

RAGAM MANUSKRIP: STUDI MAKNA DAN FUNGSI TEKS SYAIR KANJENG NABI

Agus Sulton

Keberagaman isi dari naskah-naskah Nusantara tersebut bisa dijadikan sumber yang otentik dengan merekontruksi situasi dan kondisi yang ada pada peristiwa masa lampau untuk dijadikan jembatan penghubung bagi pemikiran masa kini. Dalam hal ini, naskah lama merupakan dokumen kebudayaan yang merekam berbagai data dan informasi tentang kesejarahan dan kebudayaan daerah yang juga sarat dengan nilai-nilai kehidupan manusia. Continue reading “RAGAM MANUSKRIP: STUDI MAKNA DAN FUNGSI TEKS SYAIR KANJENG NABI”

Lokasi Lepau Cerpen AA Navis

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

Ada empat cerpen AA Navis berlokasi-cerita di lepau kopi atau warung. Yaitu, Politik Warung Kopi (PWK), Kisah Seorang Amir (KSA), Orang dari Luar Negeri (OdLN), Bertanya Kerbau pada Pedati (BKpP). PWK, KSA, OdLN, serta dua cerpen lain ditulis periode 1955-1960, dihimpun dalam Hujan Panas (Nusantara, Bukittinggi, 1964). Pada cetakan ke-2 (Djambatan, Jakarta, 1990), judul kumpulan ini berubah jadi Hujan Panas dan Kabut Musim, dan memuat 10 cerpen. Continue reading “Lokasi Lepau Cerpen AA Navis”

Bahasa ยป