Mengintip Jendela Terorisme

Hasnan Bachtiar *

Terorisme itu bukanlah hal yang jelas dengan sendirinya. Karena itu, perlu diperjelas. (Sindhunata, 2005)

Merespon pendapat Sindhunata di atas, nampaknya paradigma deradikalisasi paham keagamaan sebagai salah satu agenda perlawanan terhadap terorisme, harus diapresiasi dengan baik. Pasalnya, deradikalisasi bermakna jalan alternatif yang mengusung kesadaran kritis untuk memperjelas hakikat terorisme itu sendiri. Membongkar akar terorisme luar dalam. Continue reading “Mengintip Jendela Terorisme”

Masih Ada Jalan untuk Bangsa yang Gagal

Hasnan Bachtiar *

Bagaikan dalam cerita lama bencana di bumi ini/ Sekeping taman surga taman dalam pelukan, menjadi neraka dunia/ Banyak anak bangsa menjadi durhaka, menjarah segalanya/ Bumipun menghilang barokahnya.

Demikianlah petikan dari syair Bimbo tatkala menangisi pilunya negeri ini: Indonesia. Sedemikian getir penderitaan bangsa sehingga tiada daya dan upaya untuk sekedar membersihkan kembali toreh dosa-dosa yang mengotori sejarah. Continue reading “Masih Ada Jalan untuk Bangsa yang Gagal”

Filsafat untuk Calon Intelektual

Hasnan Bachtiar *

SANGAT PENTING filsafat dikenalkan kepada calon intelektual. Filsafat adalah jendela pengetahuan, sekaligus kebudayaan yang mengusung nilai-nilai dan kebiasaan kritis dalam membaca kehidupan. Karena itu, tidak heran jika prinsip-prinsip fundamental kehidupan seperti kebersamaan, keadilan, dan hubungan sosial yang baik, berangkat dari pendalaman filsafat yang serius (prihatin). Continue reading “Filsafat untuk Calon Intelektual”

Wacana Konflik yang Memihak

Hasnan Bachtiar *

MENGAGETKAN tatkala membaca esai-esai lawas Soetjipto Wirosardjono yang bertajuk “Kesenjangan” dalam dimensi agama, negara dan rakyat. Sejak terbitnya buku Dialog Kekuasaan (Penerbit Mizan) pada 15 tahun silam, kolumnis kritis ini menegaskan bahwa pelbagai konflik sosial ternyata lebih tepat kalau dimaknai sebagai dampak dari kesenjangan sosial. Betapa jarak begitu jauh antara si kaya dan si miskin (1995: 253). Continue reading “Wacana Konflik yang Memihak”

Demitologisasi Sastra Mantra Sutardji

Hasnan Bachtiar *

Dewasa ini telah mengemuka suatu mitos sastra (Barthes). Para kritikus, seolah bahu-membahu dalam konsensus imajiner, mengimani suatu mazhab yang mutakhir. Sastrawan “mantra” menjadi imam bagi mayoritas umat: Sutardji Calzoum Bachri (SCB).

Bukan hal yang mengherankan, penisbatan ini tertuju kepada penyair masyhur itu. Pujangga yang hebat, memiliki puisi-puisi yang sangat baik dan sungguh sulit mencari cela pada anak-anak rohani yang telah tercipta dengan kualitas berkelas, kecuali oleh ketajaman kritikus tulen yang bernyali. Continue reading “Demitologisasi Sastra Mantra Sutardji”

Bahasa »