Posted by PuJa on July 22, 2009
Hudan Hidayat http://www.facebook.com/people/Hudanosch-Hudan/100000033210870 bahasa yang termenung – senja di pelabuhan kecilShare sering disebut orang, dunia puisi beda dengan dunia prosa. dalam puisi, sang penyair bertaruh pada bentuk. yakni sebuah ciptaan yang tak beralur dan tak berplot dalam tokoh tokoh pembentuk konflik (dan konflik konflik antar tokoh). mungkin, kini batasan seperti ini harus dan bisa kita [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on July 5, 2009
Hudan Hidayat http://www.facebook.com/pages/Hudan-Hidayat/19019269970 bait pertama puisi mangga dua iwan gunawan, mungkin bagi pembaca yang menghendaki suatu bahasa indah dari cara menyusun kata, dan terutama perburuan dan kombinasi atas kata kata baru dalam bentukkannya yang baru, akan tiba pada suatu kesimpulan, bahwa puisi ini biasa saja. tak ada yang istimewa dari sebuah deskripsi yang dilakukan oleh [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on June 25, 2009
Hudan Hidayat http://id-id.facebook.com/pages/Hudan-Hidayat/19019269970?ref=mf tipografi adalah kode bagi sebuah puisi. Seorang penyair meletakkan larik-larik puisinya dengan cara tertentu, membentuk bait-bait puisi. Bait-bait yang menjadi unit-unit pemaknaan bagi pembaca. Tapi pembaca bisa memainkan kode yang disusun penyair. Dalam semangat kebebasan yang memberontak dari setiap konvensi dari dunia puisi – konvensi tipografi.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Hudan Hidayat http://id-id.facebook.com/pages/Hudan-Hidayat/19019269970?ref=mf Bentuk Puisi, Peletakan Puisi Puisi bukanlah semata soal bentuk, suatu cara menyusun kata, di dalam puisi. Tapi puisi adalah soal makna dari kata-kata yang ditimbulkan, dari cara menyusun puisi. Tapi bentuk dan isi, sebagaimana di dalam genre sastra lainnya, adalah seolah roh dan badannya. Atau seakan sperma dengan indung telurnya.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on June 24, 2009
Hudan Hidayat http://ruangbelajar-crystalistgita.blogspot.com/ Andai-Andai Anak Pedagang remote: Jika nanti aku besar Kujual sebuah remote warna perak Hentikan lalu lalang manusiamanusia hilang Agar tak lagi sibuk merubah channel Kejar tayangan tivi warna suram terang Lantas menggambar saja sendiri, mimpi
Filed under: Canting
Posted by PuJa on May 25, 2009
Hudan Hidayat, Arif Gumantia (Pewawancara) http://www.facebook.com/people/Arif-Gumantia/1267988504 (Arif Gumantia) sebuah jawaban yang sangat komprehensif , terus saya mendengar mas hudan sedang menyiapkan buku antologi penyair perempuan di facebook…menurut mas hudan apa sebenarnya yang memotivasi anda dalam membuat Buku antologi ini dan bagaiamana relevansinya dengan kemajuan sastra indonesia kini?
Filed under: Canting
Posted by PuJa on May 19, 2009
Hudan Hidayat, Arif Gumantia (Pewawancara) http://www.facebook.com/people/Arif-Gumantia/1267988504 Dengan adanya Facebook ini maka setiap orang bisa menghasilkan karya sastra yang dipublikasikan di Facebook. Baik itu Puisi, Cerpen, ataupun Esai. Oleh karena itu sangat menarik untuk menganalisa apa yang di sebut dengan Sastra Indonesia di Facebook. Berikut ini adalah wawancara saya dengan Hudan Hidayat, seorang sastrawan besar milik [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on April 12, 2009
Hudan Hidayat http://karyahudan.wordpress.com/ Tragedi bangsa Indonesia sebagai negara yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah, adalah abainya kebijakan negara yang membuat segenap warganya berpikir obsesif, bahwa untuk menjadi kaya dan sejahtera haruslah mengolah kekayaan alamnya dengan tangannya sendiri. Sehingga kita membangun dan tumbuh bukan semata berdasar pengetahuan (tehnologi) dan bantuan orang lain, tapi bertumpu dengan modalnya [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on April 1, 2009
Hudan Hidayat http://tl-ph.facebook.com/pages/Hudan-Hidayat/19019269970 Permainan Tafsir Kita kembali kepada topik esai ini, yakni soal pengarang perempuan mutakhir: relijiusitas atau profan, yang saya coba luaskan dengan bandingan kepada pengarang lelaki juga. Dalam pandangan taufiq ismail, pengarang yang tergabung dalam forum lingkar pena, rumah dunia atau bahkan organisasi nir laba yang menamakan dirinya sebagai boemiputera (wowok hesty prabowo, [...]
Filed under: Esai