Hudan Hidayat
Puisi ini sampai padaku seolah nyanyian dari repetisi suatu identitas seseorang, yang disebutnya sebagai pak tukang, pak tukang pak tukang.
Tentu saja kita sudah bersiap membaca puisi ini: dari judulnya, “kuli bangunan”, sebuah lanskap orang miskin, lamat lamat sudah bangkit di dalam jiwa kita. Bahwa kita akan bertemu dengan kehidupan kuli bangunan yang miskin. Sebab identitas kuli bangunan, adalah suatu profesi yang jarang membuat manusia kaya. Kuli bangunan, bahkan adalah suatu pekerjaan yang tak menetap, pekerjaan paro waktu. Dan itu: miskin. Continue reading “Bangunan Matahari – puisi cepi sabre”
