Bangunan Matahari – puisi cepi sabre

Hudan Hidayat

Puisi ini sampai padaku seolah nyanyian dari repetisi suatu identitas seseorang, yang disebutnya sebagai pak tukang, pak tukang pak tukang.

Tentu saja kita sudah bersiap membaca puisi ini: dari judulnya, “kuli bangunan”, sebuah lanskap orang miskin, lamat lamat sudah bangkit di dalam jiwa kita. Bahwa kita akan bertemu dengan kehidupan kuli bangunan yang miskin. Sebab identitas kuli bangunan, adalah suatu profesi yang jarang membuat manusia kaya. Kuli bangunan, bahkan adalah suatu pekerjaan yang tak menetap, pekerjaan paro waktu. Dan itu: miskin. Continue reading “Bangunan Matahari – puisi cepi sabre”

bahasa yang termenung

Hudan Hidayat

bahasa yang termenung – senja di pelabuhan kecil sering disebut orang, dunia puisi beda dengan dunia prosa. dalam puisi, sang penyair bertaruh pada bentuk. yakni sebuah ciptaan yang tak beralur dan tak berplot dalam tokoh tokoh pembentuk konflik (dan konflik konflik antar tokoh). mungkin, kini batasan seperti ini harus dan bisa kita terabas. seperti yang ditunjukkan dengan nyaris sempurna oleh penyair bergaya bebas rimbaud itu, yang puisinya telah saya tayangkan di jurnal sastra tuhan hudan – semusim di neraka. sebuah puisi yang, saya kira, telah mematahkan anggapan puisi tak beralur atau tak bertokoh dalam puisi. tak bersetting tempat dan waktu juga. Continue reading “bahasa yang termenung”

kritikus adinan bams; petai cina, kaki lima

Hudan Hidayat

bait pertama puisi mangga dua iwan gunawan, mungkin bagi pembaca yang menghendaki suatu bahasa indah dari cara menyusun kata, dan terutama perburuan dan kombinasi atas kata kata baru dalam bentukkannya yang baru, akan tiba pada suatu kesimpulan, bahwa puisi ini biasa saja. tak ada yang istimewa dari sebuah deskripsi yang dilakukan oleh penyair itu. tapi tidak bagi saya. sebab saya meletakkan pengucapan puisi ini ke dalam suatu konteks mistik sebuah kota besar – jakarta, yang selalu penuh cerita pedih atas tiap orang miskin, setidaknya orang yang hidupnya pas pasan seperti dalam puisi iwan gunawan ini. Continue reading “kritikus adinan bams; petai cina, kaki lima”

nirwan dewanto – langkah ulung seorang penyair

Hudan Hidayat

tipografi adalah kode bagi sebuah puisi. Seorang penyair meletakkan larik-larik puisinya dengan cara tertentu, membentuk bait-bait puisi. Bait-bait yang menjadi unit-unit pemaknaan bagi pembaca. Tapi pembaca bisa memainkan kode yang disusun penyair. Dalam semangat kebebasan yang memberontak dari setiap konvensi dari dunia puisi -konvensi tipografi. Continue reading “nirwan dewanto – langkah ulung seorang penyair”

nirwan dewanto – perenang buta yang tak ulung

Hudan Hidayat

Bentuk Puisi, Peletakan Puisi

Puisi bukanlah semata soal bentuk, suatu cara menyusun kata, di dalam puisi. Tapi puisi adalah soal makna dari kata-kata yang ditimbulkan, dari cara menyusun puisi. Tapi bentuk dan isi, sebagaimana di dalam genre sastra lainnya, adalah seolah roh dan badannya. Atau seakan sperma dengan indung telurnya. Continue reading “nirwan dewanto – perenang buta yang tak ulung”

Bahasa ยป