Puisi-Puisi Isbedy Stiawan Z.S.

jurnalnasional.com

Tak Kusebut Bunga

tak bisa kusebut ini bunga ketika kau petik tangkainya lalu kau buang
dalam nyala api. kurasakan kini aroma sangit dari wajah kuyup oleh
air mata. juga sedu dan sendu;–masih tinggal sebutir peluru lagi
yang belum kaucabut dari tubuhku–tapi aroma bunga tak sesedap
senyap, bau asap, amis tubuh, anyep wajah-wajah yang menunduk
mengelilingi pembaringan. Continue reading “Puisi-Puisi Isbedy Stiawan Z.S.”

Enam Sonet Bunga Tidur

Lan Fang
jawapos.com

(1)
ada aku, kau dan beliau. kemudian kita bersegitiga.
laki-laki tua itu ngudar rasa. kita pun menyerap seratnya.
tetapi beliau tanpa suara. jadi belum ada yang bisa kumengerti.
mampukah kau menangkap pesan dari yang kuhormati?

”kau merindukan demokrasi damai,” yang di Jember berkata.
aku jengah menceritakan tentang kita bertiga. kurasa tidak perlu. Continue reading “Enam Sonet Bunga Tidur”

Puisi-Puisi Mardi Luhung

jawapos.com

KUNJUNGAN HIU

Sudah sebulan ini (hampir tiap malam) hiu selalu berkunjung ke rumahku. Hiu bongsor dengan kulit yang ditakik bekas luka. Atau bekas jamur yang gatal. Dan seperti biasanya (saat berkunjung itu) hiu menyodok-nyodokkan moncongnya ke pintu depan. Dan jika bosan pun memutar ke bagian belakang. Terus menempelkan penampang-rona-matanya ke jendela dapur. Seperti ingin mengintip diriku. Atau setidak-tidaknya ingin mengetahui: ”Sedang apakah penyair yang selalu menulis dengan gerakan dari kanan ke kiri, dan dari bawah ke atas ini?” Penyair (yang saat itu) sedang berkutat untuk melepaskan kulit lamanya. Seperti ular yang ingin melepaskan kulit kasarnya. Continue reading “Puisi-Puisi Mardi Luhung”

Bahasa ยป