http://jurnalnasional.com/
melodi perjalanan
: untuk oppung?Mahennaria Sihite
ini
hari
langit
kian tua
setua
usia?lekat dalam jiwa
walau
tak lagi memetik melodi Continue reading “Puisi-Puisi Frans Ekodhanto”
http://jurnalnasional.com/
melodi perjalanan
: untuk oppung?Mahennaria Sihite
ini
hari
langit
kian tua
setua
usia?lekat dalam jiwa
walau
tak lagi memetik melodi Continue reading “Puisi-Puisi Frans Ekodhanto”
http://jurnalnasional.com/
Di Akhir Musim Hujan
Akan kutanam benih padi di dadamu
Sebelum kemarau memberangus keriangan
Menghapus hijau tanah, membakar ilalang
Karena dirimu seorang gadis yang dilahirkan hujan Continue reading “Puisi-Puisi Abdurrahman Mohamad”
jurnalnasional.com
Tak Kusebut Bunga
tak bisa kusebut ini bunga ketika kau petik tangkainya lalu kau buang
dalam nyala api. kurasakan kini aroma sangit dari wajah kuyup oleh
air mata. juga sedu dan sendu;–masih tinggal sebutir peluru lagi
yang belum kaucabut dari tubuhku–tapi aroma bunga tak sesedap
senyap, bau asap, amis tubuh, anyep wajah-wajah yang menunduk
mengelilingi pembaringan. Continue reading “Puisi-Puisi Isbedy Stiawan Z.S.”
Lan Fang
jawapos.com
(1)
ada aku, kau dan beliau. kemudian kita bersegitiga.
laki-laki tua itu ngudar rasa. kita pun menyerap seratnya.
tetapi beliau tanpa suara. jadi belum ada yang bisa kumengerti.
mampukah kau menangkap pesan dari yang kuhormati?
”kau merindukan demokrasi damai,” yang di Jember berkata.
aku jengah menceritakan tentang kita bertiga. kurasa tidak perlu. Continue reading “Enam Sonet Bunga Tidur”
jawapos.com
KUNJUNGAN HIU
Sudah sebulan ini (hampir tiap malam) hiu selalu berkunjung ke rumahku. Hiu bongsor dengan kulit yang ditakik bekas luka. Atau bekas jamur yang gatal. Dan seperti biasanya (saat berkunjung itu) hiu menyodok-nyodokkan moncongnya ke pintu depan. Dan jika bosan pun memutar ke bagian belakang. Terus menempelkan penampang-rona-matanya ke jendela dapur. Seperti ingin mengintip diriku. Atau setidak-tidaknya ingin mengetahui: ”Sedang apakah penyair yang selalu menulis dengan gerakan dari kanan ke kiri, dan dari bawah ke atas ini?” Penyair (yang saat itu) sedang berkutat untuk melepaskan kulit lamanya. Seperti ular yang ingin melepaskan kulit kasarnya. Continue reading “Puisi-Puisi Mardi Luhung”