Perihal Puisi Cerdas

Ribut Wijoto*
http://www.surabayapost.co.id/

Ada semacam ungkapan, penulis mendapatkannya dari cerpenis asal Kediri, S. Jai, ?banyak orang memiliki gagasan besar, dan sedikit orang yang mampu menuliskan kebesaran gagasannya?. Orang lain tidak bisa mengetahui gagasan besar seseorang oleh sebab bahasa yang diungkapkan tidak mengabarkan kekuatan gagasan besar. Bahasa dengan gagasan besar sama seperti puisi yang cerdas. Tidak saja secerdas penciptanya, penyair, malah lebih cerdas lagi. Continue reading “Perihal Puisi Cerdas”

Skizofrenia pada Gejala Estetik Puisi

Ribut Wijoto
http://www.sinarharapan.co.id/

Puisi Indonesia, kiranya, tidak pernah selesai mencari bentuk-bentuk operasional bahasa. Setelah sukses dalam kemendayuan pada Pujangga Baru, ketajaman dan efektivitas dalam Chairil?diteruskan oleh Subagio, Sapardi, dan Goenawan?kini ada gejala bahasa yang tidak pernah ditemukan dalam bahasa puisi sebelumnya. Ialah konstruksi bahasa skizofrenia. Apakah telah tercipta bahasa estetik puisi skizofrenia? Bagaimanakah operasional estetik teks puisi skizofrenia? Continue reading “Skizofrenia pada Gejala Estetik Puisi”

KERJA KEPENYAIRAN. TENTANG MASA LALU PENYAIR TARDJI

Ribut Wijoto
terpelanting.wordpress.com

Seorang lelaki muda, selanjutnya kita panggil saja dengan sebutan Tardji, berkeinginan menulis puisi. Sebelumnya memang, ia pernah membaca puisi, sebuah puisi yang dianggapnya bagus. Yang tidak menggurui, tidak menyodorkan “seruan provokatif”, tidak menghardik. Tapi justru dengan itu, ia tergugah. Ia sependapat dengan kata-kata, terkesima dengan kalimat-kalimat, dan ia ingin menuliskannya kembali. Tentu saja, ia menulis dengan kata-kata yang lain, menyajikan dalam kalimat-kalimat yang berbeda. Di dalam anggapannya, menulis puisi adalah kerja yang unik, menantang, menggiurkan, sekaligus penuh kerahasiaan. Continue reading “KERJA KEPENYAIRAN. TENTANG MASA LALU PENYAIR TARDJI”